RRQ Gagal ke Playoff IKL Spring 2026 Untuk Pertama Kali!

RRQ Gagal ke Playoff IKL Spring 2026 Untuk Pertama Kali!

Honor of Kings
06 April 2026
184 views

Kompetisi Indonesia Kings Laga (IKL) Spring 2026 atau IKL Spring 2026 telah mencapai akhir dari babak Regular Season pada Sabtu, 4 April 2026. Selama 5 pekan terakhir, total 10 tim Honor of Kings (HOK) terbaik di Indonesia bersaing untuk merebut tiket menuju ke babak playoff. Tidak hanya itu, 4 tim yang berada di papan tengah klasemen juga akan melaju ke babak playins demi mempertahankan kesempatan bertarung di babak playoff. Standar kompetisi yang berbeda diterapkan di IKL Spring 2026 kali ini.

Mulai dari sistem pertandingan yang menerapkan format best of five (BO5) series, IKL Spring 2026 juga tampak lebih kompetitif guna mendorong pertumbuhan serta perkembangan tim-tim Honor of Kings (HOK) terbaik di Indonesia di panggung kompetisi Internasional. Pada akhirnya, hanya akan ada 4 tim Honor of Kings (HOK) terbaik yang melaju ke babak Playoff dan nantinya akan ada 3 tim yang mewakili Indonesia ke Honor of Kings World Cup (KWC) Esports World Cup 2026 di Riyadh, Arab Saudi. 

Dominator by Nemesis Menang Lawan RRQ, Duel Sengit Gagalkan Sang Raja ke Playoff IKL Spring 2026

Dominator by Nemesis - IKL Spring 2026

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, babak Regular Season telah berakhir pada Sabtu, 4 April 2026. Total 2 tim terbaik berhasil melangkah ke babak Playoff, KAGENDRA dan Bigetron by Vitality. Sementara itu, 4 tim di papan tengah yakni Dominator by Nemesis, Rex Regum Qeon, Vesakha Esports dan OG juga akan bertarung di babak play-ins guna mengamankan dua tiket terakhir ke babak Playoff. Pertarungan para tim play-ins akan berlangsung dalam mode best of seven (BO7) series.

Dominator by Nemesis mendapatkan kesempatan menghadapi Rex Regum Qeon (RRQ). Sebagai informasi, musim lalu langkah RRQ pun terhenti di tangan Dominator meski babak Regular Season, RRQ berhasil mengalahkan JerL dan kawan-kawan. Kali ini, kedua tim kembali bertemu dengan kekuatan yang berbeda. Satu tiket menuju babak playoff dipertaruhkan, siapakah yang akan bertahan? Pertarungan kedua tim terjadi pada Minggu, 5 April 2026.

Dominator by Nemesis mengawali seri pertandingan dengan performa yang sangat meyakinkan pada dua game pertama. Di game pembuka, dominasi mereka terlihat jelas melalui kombo TianX yang menggunakan Luna dan CC dengan hero Loong. Kombo ini berhasil membuat pasukan RRQ kesulitan untuk mengimbangi permainan. Meskipun Harp1st sempat mencuri perhatian dengan Erin yang menghasilkan beberapa momentum penting, hal tersebut belum membalikkan keadaan. Dominator akhirnya menutup Game pertama dengan kemenangan setelah Lexx, gagal membendung gempuran kolektif lawan yang menyerbu markas mereka.

Memasuki Game kedua, dominasi Dominator semakin menjadi-jadi sejak menit awal. CC dengan Chano tampil agresif dengan melumpuhkan tiga pemain RRQ sekaligus di awal permainan. RRQ mencoba memberikan perlawanan balik dengan Zenshao (Feyd), namun Dominator yang sudah unggul berhasil meruntuhkan satu per satu turet pertahanan RRQ dengan sistematis. Kecerdikan strategi Dominator terlihat ketika mencoba mundur untuk mengamankan Overlord, di mana JerL (Mai Shiranui) berhasil melakukan tipu muslihat yang mengalihkan perhatian pemain RRQ. Akibatnya, lini pertahanan RRQ kocar-kacir, dan Game kedua kembali diamankan oleh TianX dan kawan-kawan.

Titik balik bagi "Sang Raja" baru terjadi pada Game ketiga, di mana RRQ mulai menunjukkan sinyal kebangkitan yang nyata. Zenshao dan kawan-kawan tampil lebih disiplin mengimbangi kekuatan Dominator sejak awal permainan. Fokus RRQ beralih pada penguasaan objektif penting seperti Overlord dan Tyrant, yang akhirnya memberikan keunggulan strategis bagi mereka. Memasuki fase mid-game, pertahanan Dominator mulai menunjukkan celah. Lexx (YuHuan) sukses menjatuhkan CC, sementara XingLin (Mayene) dan Harp1st bekerja sama menumbangkan EL serta TianX. Unggul jumlah pemain, RRQ berhasil menyerbu markas Dominator memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Momentum kemenangan tersebut berlanjut ke Game keempat, di mana Harp1st kembali menjadi pemain penting. Menggunakan Flowborn Marksman, ia melakukan inisiasi krusial yang berhasil menjatuhkan CC (Di Renjie). Setelah mengamankan Overlord, RRQ membangun serangan ampuh yang memaksa terjadinya teamfight di markas lawan. XingLin kembali menunjukkan kelasnya dengan menjatuhkan CC untuk kedua kalinya, disusul dengan tumbangnya TianX. Dalam situasi yang sangat menguntungkan, RRQ menyapu bersih sisa pemain lawan, termasuk Tufz yang dijatuhkan oleh Zenshao (Agudo), sehingga skor berimbang menjadi 2-2.

Game kelima menjadi puncak drama yang sangat menegangkan bagi kedua tim. RRQ sempat unggul tiga poin eliminasi di awal, namun Dominator membalas dengan melucuti turet pertahanan RRQ secara perlahan. Pertempuran sengit pecah di Bot Lane, di mana kombo XingLin (Fatih) dan Zenshao (Yang Jian) berhasil meratakan hampir seluruh pemain Dominator hingga mendapatkan Ace. Meski sempat tertahan, RRQ akhirnya memastikan kemenangan dalam perebutan Overlord terakhir. Zenshao menumbangkan JerL, dan meski TianX serta CC mencoba membalas, Harp1st (Chano) tampil heroik dengan raihan Double Kill. Situasi 3v1 di akhir laga membuat CC tak berdaya, dan RRQ sukses menutup comeback luar biasa ini dengan skor akhir 3-2.

Manfaatkan momentum match point, RRQ awalnya memegang kendali permainan melalui keunggulan eliminasi pertama oleh SRD dan penguasaan objektif Tyrant, namun Dominator mampu menjaga ritme persaingan hingga memasuki fase mid-game. Dominasi RRQ mulai goyah akibat kesalahan fatal dalam teamfight di mid yang berhasil dimanfaatkan oleh duet CC dan TianX untuk menumbangkan dua pemain kunci, yang kemudian memberi ruang bagi Dominator untuk mengamankan Overlord dan melancarkan serangan balik ke markas lawan. 

Pertempuran sengit pun memuncak dalam perebutan Tyrant yang berakhir imbang, namun di tengah kekacauan tersebut, TianX secara cerdik melakukan aksi split push sendirian ke jantung pertahanan RRQ yang terbuka, memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentu atau Ultimate Battle. Pada ultimate battle, hanya dua lini saja yang memiliki kesamaan hero yakni Mid di mana kedua pemain menggunakan Haya dan pemain Support menggunakan Lapu-Lapu. Bermain di Ultimate Battle, Dominator unggul di awal permainan.

RRQ tampak kesulitan menahan gempuran serangan dari Dominator. Teamfight terjadi di arah Overlord, Tufz (Fatih) berhasil melumpuhkan dua pemain RRQ sekaligus. Para pemain RRQ berguguran di tangan seorang Tufz. Dominator mengamankan objektif penting, RRQ mulai terdesak. JerL (Haya) berhasil menjatuhkan XingLin (Dharma), EL (Lapu-Lapu) menumbangkan LEXX (Haya). Markas RRQ berhasil ditembus, Dominator pun menutup kemenangan mereka dengan skor 4-3 dan lolos ke babak playoff.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.