Sony Berencana Pangkas Storage PS5 Digital Tanpa Turunkan Harga

Sony Berencana Pangkas Storage PS5 Digital Tanpa Turunkan Harga

Berita
08 September 2025
450 views

Generasi konsol terbaru sudah mencatatkan banyak cerita mulai dari kelangkaan saat peluncuran di masa pandemi hingga penutupan studio besar. Namun, yang paling membuat geleng kepala adalah tren harga yang justru semakin menanjak. Pada periode generasi sebelumnya, biasanya harga konsol perlahan turun di pertengahan siklus. Kali ini, yang terjadi justru sebaliknya: harga naik, dan kini ada isu bahwa Sony justru akan menurunkan kualitas perangkat.

Menurut laporan dari Dealabs yang dibagikan oleh leaker ternama billbil-kun, PlayStation 5 Digital Edition yang dijual di kawasan Eropa akan mengalami pengurangan kapasitas penyimpanan. Model baru dengan kode CFI-2116 ini dikabarkan akan turun dari 1TB menjadi 825GB, tanpa ada potongan harga sama sekali. Padahal, harga konsol ini sudah naik dua kali sejak pertama kali dirilis, dan sekarang masih dipatok di angka €499 atau sekitar $580. Versi dengan disc drive tidak mengalami perubahan.

Sebagai catatan, harga PS5 Digital di Eropa kini sudah lebih mahal €100 dibandingkan harga awal peluncurannya. Situasi serupa juga terlihat di Amerika Serikat. Konsol ini pertama kali dijual seharga $400, tetapi sekarang hanya tersedia dalam bentuk PS5 Slim dengan harga $500, meski untungnya masih menyertakan penyimpanan 1TB.

Fenomena ini cukup janggal. Biasanya, setelah empat atau lima tahun rilis, produsen konsol mulai menurunkan harga model awal atau menggantinya dengan varian lebih ramping tanpa mengorbankan fitur utama. Kali ini, justru ada kemungkinan produk terbaru memberikan pengalaman yang lebih terbatas.

Di tahun 2025, kapasitas 825GB terasa sangat sempit. Game-game AAA modern kerap menelan ruang hingga 150GB per judul. Dengan penyimpanan sebesar itu, pemain hanya bisa menginstal empat atau lima game besar secara bersamaan. Belum lagi sebagian kapasitas sudah terpakai untuk sistem bawaan, sehingga ruang efektif yang tersisa lebih kecil dari angka di atas kertas.

Mengapa langkah ini bisa terjadi? Diduga kuat karena tekanan finansial di industri konsol. Banyak produsen menjual perangkat keras dengan margin tipis, bahkan rugi, demi mengandalkan keuntungan dari penjualan software dan layanan berlangganan. Ditambah dengan dampak tarif impor dan kondisi pasar global yang tidak menentu, jalan pintas seperti memangkas biaya produksi bisa menjadi pilihan yang ditempuh. Naik harga lagi di Eropa kemungkinan besar dianggap terlalu berisiko, sehingga komprominya adalah memangkas penyimpanan.

Langkah ini tentu mengecewakan bagi para penggemar. Alih-alih mendapatkan versi yang lebih baik, konsumen justru dihadapkan pada model yang terkesan mundur. Jika kabar ini benar, hal ini bisa menjadi preseden buruk untuk masa depan konsol, di mana inovasi tak lagi berarti peningkatan kualitas, melainkan strategi bertahan dalam tekanan pasar.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.