Nintendo Switch 2 Laris, Tapi Dev Kit Sulit Didapat

Nintendo Switch 2 Laris, Tapi Dev Kit Sulit Didapat

Berita
11 September 2025
437 views

Nintendo Switch 2 memang langsung jadi primadona sejak dirilis. Konsol generasi terbaru Nintendo ini laris manis di pasaran, dengan permintaan tinggi dari pemain di seluruh dunia. Tapi di balik kesuksesan komersialnya, ada cerita yang lebih rumit dari sisi pengembangan game. Banyak studio mulai bersuara bahwa menggarap game untuk Switch 2 tidak semudah yang dibayangkan.

Port Game yang Bikin Bingung

Isu performa Switch 2 mulai ramai sejak Gamescom. Salah satu contohnya adalah Elden Ring: Tarnished Edition, yang disebut berjalan kurang stabil di mode handheld. Beberapa jurnalis mencatat frame rate drop signifikan ketika masuk area terbuka. Situasi makin rumit ketika laporan serupa muncul untuk Borderlands 4. Walau gameplay demo memperlihatkan performa cukup stabil di 30 FPS, game tetap sesekali tersendat saat loading area baru.

Namun, tidak semua port bermasalah. Justru Cyberpunk 2077 versi Switch 2 menuai pujian karena adaptasinya dianggap sangat baik. Bahkan Final Fantasy 7 sempat disebut Digital Foundry sebagai salah satu pengalaman terbaik di konsol ini. Kontras inilah yang memunculkan pertanyaan besar: kenapa beberapa game bisa berjalan mulus, sementara yang lain terlihat terseok-seok?

Dev Kit yang Sulit Didapat

Banyak pengembang menilai akar masalah bukan hanya soal kekuatan hardware, tapi juga soal dev kit. Studio besar maupun kecil sama-sama mengaku kesulitan mendapatkannya. Digital Extremes, pembuat Warframe, bahkan menyebut ada backlog besar dalam distribusi kit. Beberapa studio indie juga mengeluhkan hal yang sama, sementara yang sudah mendapatkan akses harus mengikuti aturan ketat. Salah satunya adalah kewajiban menyimpan dev kit di ruangan khusus yang terkunci.

Situasi ini mengingatkan pada perilisan Switch generasi pertama. Saat itu dev kit juga terbatas, tapi justru membuka jalan bagi banyak game indie sukses di platform tersebut. Karena itu, masih ada kemungkinan Nintendo nantinya akan lebih longgar setelah situasi lebih stabil.

Kebijakan yang Membingungkan

Meski begitu, banyak pihak merasa kebijakan Nintendo membingungkan. Ada kabar bahwa beberapa studio besar, termasuk Ubisoft, justru kesulitan mendapatkan dev kit. Di sisi lain, game dari pengembang kecil yang kurang dikenal malah bisa meluncur lebih cepat di Switch 2. Digital Foundry bahkan menyinggung bahwa Nintendo seolah memberi sinyal negatif terhadap pengembangan langsung untuk Switch 2, dan mendorong studio agar merilis game di Switch pertama dengan mengandalkan backward compatibility.

Dampak Jangka Panjang

Switch 2 jelas membawa peningkatan signifikan dibanding pendahulunya, tapi dari sisi teknis masih tertinggal dibanding konsol pesaing seperti PS5 atau Xbox Series X. Jika Nintendo terlalu tertutup dalam distribusi dev kit, jumlah port besar dari game AAA bisa berkurang. Akibatnya, ekosistem game Switch 2 berisiko tidak selengkap kompetitornya.

Namun, melihat sejarah Nintendo, mereka sering punya cara unik untuk menarik pengembang. Bisa jadi, setelah fase awal ini, distribusi dev kit akan lebih terbuka. Pertanyaannya, apakah saat itu masih ada cukup banyak developer yang tertarik mengoptimalkan gamenya di Switch 2? Waktu yang akan menjawab.