The Rogue Prince of Persia: Roguelite Baru dengan Sentuhan Dead Cells
Review The Rogue Prince of Persia: Dead Cells dengan Jiwa Prince of Persia
Prince of Persia Bertemu Dead Cells
Kadang, satu kalimat cukup untuk menggambarkan sebuah game: Prince of Persia versi Dead Cells. Itulah ringkasan paling tepat untuk The Rogue Prince of Persia, game aksi 2D terbaru yang akhirnya rilis penuh setelah lebih dari setahun berada di early access.
Alih-alih merombak genre roguelite, game ini justru memanfaatkan formula yang sudah sukses di Dead Cells, lalu menambahkan ciri khas platforming Prince of Persia serta musik penuh energi untuk menciptakan atmosfer unik.
Cerita dan Premis
Petualangan dimulai saat bangsa Hun menyerbu Persia. Dipimpin oleh Nogai, mereka merebut tahta kerajaan. Sebagai sang Pangeran, pemain harus merebut kembali kekuasaan lewat berbagai percobaan roguelite yang penuh tantangan.
Seperti roguelite lain, pemain menelusuri biome berliku, mengalahkan bos penjaga, dan mengumpulkan senjata, medali, serta upgrade kesehatan. Progresi terasa familiar karena menggunakan Soul Cinders untuk membuka senjata dan alat baru, mirip sistem dari Dead Cells.
Gameplay Roguelite dengan Platforming Akrobatik
The Rogue Prince of Persia digarap oleh Evil Empire, studio yang juga melanjutkan pengembangan Dead Cells sejak 2019. Tidak heran jika mereka paham cara membuat roguelite yang seru.
Gameplaynya menghadirkan:
-
Pertarungan hack-and-slash cepat dan responsif.
-
Level penuh jebakan yang menuntut refleks.
-
Wallrun dan pegangan dinding khas Prince of Persia yang menambah dimensi platforming.
Meski kontrol terkadang terasa lengket, terutama saat bertarung, tambahan wallrunning membuat eksplorasi lebih dinamis dan berbeda dari roguelite lain.
Narasi dengan Fitur Mind Map
Selain aksi, game ini menghadirkan fitur Mind Map — semacam peta lore yang menghubungkan cerita, karakter, dan fragmen yang ditemukan dari tiap percobaan. Walaupun kadang hanya jadi selingan di antara aksi, fitur ini tetap memberi identitas unik pada game.
Kelemahan yang Terasa
Meski menarik, game ini juga memiliki beberapa kekurangan:
-
Variasi run terasa repetitif, terutama di bos dan pola serangan.
-
Platforming gauntlet sering berulang sehingga kehilangan tantangan.
-
Senjata utama kurang bervariasi, sehingga beberapa pilihan terasa mirip.
Namun, setelah beberapa jam bermain, variasi mulai terasa lewat medali khusus yang membuka gaya bermain unik dan lebih menantang.
Kesimpulan
The Rogue Prince of Persia mungkin tidak mampu melampaui Dead Cells atau Hades, tapi game ini berhasil menghadirkan keunikan lewat aksi akrobatik yang memuaskan. Wallrunning yang awalnya sulit justru menjadi kemampuan paling menyenangkan setelah dikuasai.
Bagi pecinta roguelite, game ini menawarkan perpaduan aksi cepat, platforming menantang, dan nuansa Prince of Persia klasik. Walau belum sempurna, The Rogue Prince of Persia tetap menjadi salah satu roguelite menarik yang patut dicoba di tahun ini.