Tim MPL ID Kehilangan Jati Diri? Pelatih FUT Esports Beri Masukan

Tim MPL ID Kehilangan Jati Diri? Pelatih FUT Esports Beri Masukan

Mobile Legends
08 August 2026
18 views
  • Tezet menilai masalah utama tim Indonesia bukan kualitas, melainkan mulai hilangnya identitas permainan.
  • Menurutnya, gaya bermain agresif adalah ciri khas yang seharusnya tetap dipertahankan tim MPL Indonesia.
  • Tezet melihat Alter Ego sebagai salah satu tim yang masih konsisten memainkan gameplay agresif.
  • Ia menilai perpaduan agresivitas, disiplin, dan adaptasi META bisa menjadi senjata utama Indonesia di level internasional.
  • Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Redzi Arya Pratama

Performa tim-tim Indonesia di ajang internasional kembali menjadi sorotan usai berakhirnya MSC 2026. Harapan untuk mengembalikan gelar juara ke Tanah Air belum terwujud setelah Bigetron by Vitality dan ONIC Esports gagal melangkah hingga partai puncak. Tak hanya Indonesia, dominasi Filipina juga ikut terpatahkan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, grand final MSC tidak mempertemukan wakil Indonesia maupun Filipina. Sebaliknya, partai perebutan gelar justru mempertemukan Yangon Galacticos dan Team Spirit, yang akhirnya keluar sebagai juara.

Hasil tersebut memunculkan banyak diskusi mengenai perkembangan META serta perubahan gaya bermain tim-tim Asia Tenggara. Sejumlah pengamat menilai region lain mulai mampu mengejar bahkan melampaui kekuatan tradisional Indonesia dan Filipina. Salah satu sosok yang ikut memberikan pandangannya adalah Head Coach FUT Esports asal Indonesia, Tezet. Saat ini ia sukses membawa tim asal Turki tersebut bersaing di Games of The Future (GOTF) 2026 sekaligus membuktikan bahwa region Eropa mulai berkembang pesat.

Dalam wawancara eksklusif bersama Dunia Games di Astana, Kazakhstan, Tezet mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi tim-tim Indonesia saat ini. Menurutnya, masalah utama bukanlah ketertinggalan kualitas, melainkan mulai hilangnya identitas permainan yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia.

Tezet Menganggap Tim Indonesia Harus Tetap Agresif

ONIC Esports

Menurut Tezet, kualitas mekanik pemain Indonesia sebenarnya masih sangat baik. Ia tidak sepakat jika menyebut Indonesia tertinggal dari region lain. Namun, ia melihat perubahan gaya bermain membuat kekuatan utama tim-tim Indonesia tidak lagi terlihat. "Tim Indonesia bukan ketinggalan, menurut saya hanya jati dirinya mulai hilang. Kita dikenal dengan mekanik agresif yang perang terus. Sekarang kalau menurut saya Alter Ego saya yang main agresif. Mereka misalnya habis lord bisa nabrak lagi karena punya power dan dihitung juga,"

Tezet menilai Alter Ego menjadi salah satu contoh tim yang masih mempertahankan karakter permainan khas Indonesia. Keberanian untuk terus menekan lawan setelah mendapatkan momentum dianggap sebagai identitas yang selama ini membuat tim Indonesia ditakuti di level internasional. Di sisi lain, ia melihat sebagian besar tim Indonesia kini lebih memilih bermain aman. Pendekatan tersebut memang mampu mengurangi risiko, tetapi secara tidak langsung membuat mereka kehilangan identitas permainan yang agresif.

ONIC Esports

"Sekarang tim-tim Indonesia mainnya lebih defensif, dan memang lebih safety. Cuma menurut saya jati diri Indonesia adalah gameplay nabraknya. Kita tahu power kita nabrak, walau faktanya sering kepleset juga gara-gara itu,"

Menurut Tezet, gaya bermain agresif memang memiliki konsekuensi. Tidak jarang tim Indonesia kehilangan pertandingan akibat terlalu percaya diri melakukan inisiasi. Namun, ia menilai karakter tersebut tetap layak dipertahankan karena merupakan kekuatan alami para pemain Indonesia. Ia percaya bahwa jika gaya bermain agresif tersebut terus diasah dengan pengambilan keputusan yang lebih matang, Indonesia dapat kembali menjadi kekuatan dominan di panggung internasional.

"Tapi kalau itu bisa diasah, menurut saya akan jadi senjata pamungkas. Sekarang gameplay tim Indonesia mirip seperti gameplay PH dan itu tak ada salahnya juga. Semua hanya pandangan pribadi saya,"

Tezet juga menegaskan bahwa pandangannya bukan berarti menyalahkan pendekatan yang digunakan saat ini. Menurutnya, meniru aspek positif dari gameplay Filipina bukanlah sesuatu yang keliru. Namun, ia berharap tim-tim Indonesia tetap mempertahankan identitas yang selama ini menjadi pembeda dibanding region lain.

Dengan semakin kompetitifnya persaingan Mobile Legends dunia, memiliki identitas permainan yang kuat bisa menjadi nilai tambah tersendiri. Bagi Tezet, Indonesia memiliki modal besar berupa mekanik individu dan keberanian bermain agresif. Jika kedua hal tersebut kembali dipadukan dengan disiplin serta adaptasi META yang baik, bukan tidak mungkin tim-tim MPL Indonesia kembali menjadi langganan juara di turnamen internasional.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.