TLOU Part 1 Review: Main The Last of Us di Tengah Hype Resident Evil Requiem

TLOU Part 1 Review: Main The Last of Us di Tengah Hype Resident Evil Requiem

Games
18 March 2026
134 views

TLOU Part 1 review menjadi topik menarik di tengah ramainya pembahasan game horor terbaru seperti Resident Evil Requiem. Saat banyak gamer fokus pada pengalaman horor penuh ketegangan khas Resident Evil, muncul pertanyaan: apakah The Last of Us Part I masih relevan untuk dimainkan saat ini?

Jawabannya: masih sangat relevan. Bahkan, bagi pemain yang mencari pengalaman survival dengan sentuhan emosional yang kuat, game ini justru menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan kompetitornya.

TLOU Part 1 Review: Cerita yang Jadi Kekuatan Utama

Dalam TLOU Part 1 review, aspek cerita menjadi fondasi utama yang membuat game ini tetap bertahan sebagai salah satu karya terbaik dalam genre survival-action. Game ini mengikuti perjalanan Joel Miller dan Ellie Williams di dunia pasca-apokaliptik akibat pandemi jamur Cordyceps.

Alih-alih hanya menghadirkan ancaman dari makhluk terinfeksi, game ini justru menempatkan manusia sebagai ancaman yang jauh lebih berbahaya. Joel, seorang penyintas yang keras dan penuh trauma, harus mengantarkan Ellie—remaja yang memiliki potensi penting bagi masa depan umat manusia—melintasi berbagai wilayah berbahaya.

Perjalanan mereka dibagi dalam beberapa fase musim, mulai dari musim panas hingga musim dingin. Setiap fase tidak hanya menghadirkan perubahan suasana visual, tetapi juga perkembangan hubungan emosional antara Joel dan Ellie. Joel yang awalnya dingin perlahan berubah menjadi sosok pelindung, layaknya seorang ayah yang menjaga anaknya di dunia yang brutal.

Cerita ini menjadi pembeda utama dari banyak game survival lain. Jika Resident Evil lebih fokus pada aksi heroik seperti karakter Leon S. Kennedy, maka The Last of Us justru menampilkan sisi manusia yang rapuh, penuh dilema, dan realistis.

Gameplay: Kombinasi Aksi, Survival, dan Strategi

Dari sisi gameplay, TLOU Part 1 review menunjukkan bahwa game ini menggabungkan elemen aksi dengan survival secara seimbang. Pemain tidak hanya bertarung, tetapi juga harus mengelola sumber daya dengan cermat.

Salah satu mekanik utama adalah crafting. Pemain dapat merakit berbagai item seperti bom molotov, health kit, hingga senjata improvisasi. Sistem ini membuat setiap keputusan terasa penting, karena resource yang tersedia sangat terbatas.

Looting juga menjadi bagian krusial. Pemain harus menjelajahi setiap sudut area untuk menemukan amunisi, bahan crafting, dan upgrade senjata. Semakin jauh progres permainan, semakin kompleks pula senjata yang bisa digunakan.

Di awal permainan, pemain mungkin akan merasa kesulitan karena keterbatasan senjata. Menghadapi musuh dengan perlengkapan seadanya menciptakan rasa tegang yang konstan. Namun, seiring waktu, ketika senjata yang lebih kuat mulai tersedia, gameplay berubah menjadi lebih agresif dan memuaskan.

Perpaduan antara stealth dan combat juga menjadi kekuatan utama. Pemain bisa memilih untuk menghindari konflik atau menghadapi musuh secara langsung. Fleksibilitas ini membuat pengalaman bermain terasa dinamis.

Keunikan: Puzzle Sederhana yang Efektif

Salah satu hal unik dalam TLOU Part I adalah adanya elemen puzzle yang terintegrasi secara alami dalam gameplay. Salah satu contoh paling ikonik adalah fakta bahwa Ellie tidak bisa berenang.

Kondisi ini memaksa pemain, sebagai Joel, untuk mencari cara agar Ellie bisa menyeberangi area berair. Biasanya, pemain harus menemukan papan kayu atau objek lain yang bisa digunakan sebagai alat bantu.

Meskipun terdengar sederhana, mekanik ini memberikan variasi gameplay yang menyegarkan. Puzzle tidak terasa dipaksakan, melainkan menjadi bagian organik dari dunia game.

Elemen ini juga memperkuat hubungan antara Joel dan Ellie. Pemain tidak hanya melihat mereka sebagai karakter, tetapi juga sebagai partner yang saling bergantung satu sama lain.

Desain Karakter dan Dunia yang Realistis

Dari segi desain karakter, The Last of Us Part I menghadirkan pendekatan yang lebih grounded dibandingkan banyak game lain di genre yang sama. Joel bukanlah pahlawan super. Ia hanyalah seorang pria biasa yang bertahan hidup dengan segala keterbatasannya.

Ellie juga bukan karakter yang lemah. Ia digambarkan sebagai sosok yang cerdas, berani, namun tetap manusiawi dengan rasa takut dan emosi yang kompleks.

Jika dibandingkan dengan Resident Evil, perbedaan pendekatan ini sangat terasa. Resident Evil menghadirkan monster dengan tampilan mengerikan berbasis parasit atau eksperimen biologis, sementara The Last of Us menggunakan konsep infeksi jamur yang justru terasa lebih “menjijikkan” secara visual.

Monster seperti Clicker dan Runner tidak hanya menakutkan, tetapi juga menciptakan rasa tidak nyaman yang berbeda. Desain suara dan animasi mereka memperkuat atmosfer dunia yang sudah runtuh.

Selain itu, dunia dalam game ini dipenuhi detail lingkungan yang kuat. Bangunan terbengkalai, kota yang ditumbuhi tanaman liar, serta sisa-sisa peradaban manusia menciptakan pengalaman imersif yang sulit dilupakan.

Perbandingan dengan Resident Evil Requiem

Munculnya Resident Evil Requiem sebagai game yang sedang hype memang menarik perhatian banyak gamer. Namun, penting untuk memahami bahwa kedua game ini menawarkan pengalaman yang berbeda.

Resident Evil lebih menekankan pada horor, ketegangan, dan aksi cepat. Sementara itu, The Last of Us lebih fokus pada narasi, hubungan karakter, dan survival yang realistis.

Jika kamu mencari pengalaman horor yang intens, Resident Evil mungkin lebih cocok. Namun, jika kamu ingin game dengan cerita mendalam dan emosional, maka The Last of Us bisa jadi pilihan yang pas.

Perbedaan lain terletak pada karakter utama. Leon adalah sosok heroik dengan kemampuan luar biasa, sedangkan Joel adalah karakter yang lebih manusiawi. Ia bisa membuat keputusan yang sulit dan tidak selalu benar.

Pendekatan ini membuat The Last of Us terasa lebih dekat dengan realitas, meskipun latarnya adalah dunia fiksi.

Apakah Masih Layak Dimainkan di 2026?

Melalui TLOU Part 1, bisa disimpulkan bahwa game ini masih sangat layak dimainkan, bahkan di tengah persaingan game modern.

Beberapa alasan utamanya antara lain:

  • Cerita yang kuat dan emosional
  • Gameplay yang seimbang antara aksi dan survival
  • Desain dunia yang imersif
  • Karakter yang realistis dan mudah dihubungkan

Selain itu, versi Part I yang merupakan remake menghadirkan peningkatan visual yang signifikan. Detail karakter, pencahayaan, dan animasi telah diperbarui sehingga sesuai dengan standar game modern.

Bagi pemain baru, ini adalah kesempatan terbaik untuk merasakan salah satu game terbaik sepanjang masa. Sementara bagi pemain lama, remake ini memberikan alasan kuat untuk kembali menjelajahi perjalanan Joel dan Ellie.

The Last of Us Part I adalah pengalaman naratif yang kuat, dengan gameplay solid dan karakter yang membekas di ingatan. Di tengah hype Resident Evil Requiem, game ini tetap mampu berdiri dengan identitasnya sendiri. Tidak harus lebih menyeramkan untuk menjadi lebih berkesan.

Jika kamu mencari game yang menyentuh secara emosional, maka The Last of Us Part I adalah pilihan yang tepat.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.