Towa and the Guardians of the Sacred Tree: Lebih dari Sekadar “Hades Clone”
Towa and the Guardians of the Sacred Tree: Roguelike Anime Baru yang Lebih dari Sekadar Hades Clone
Terinspirasi dari Hades, tapi Punya Identitas Sendiri
Saat pertama kali diumumkan, Towa and the Guardians of the Sacred Tree dari Brownies Inc. sempat dianggap sebagai “Hades versi anime”. Namun lewat demo terbarunya, game ini membuktikan bahwa ia bukan sekadar tiruan, melainkan membawa mekanik unik yang membuatnya jauh lebih berani dan inventif dibanding roguelike lain.
Alur Cerita Epik
Kisahnya dimulai dengan Towa, keturunan dewa, yang bersama delapan sekutu bernama Prayer Children bertugas melindungi desa dari serangan roh jahat. Namun, setelah bos pertama dikalahkan, desa terperangkap dalam gelembung waktu dan Prayer Children tercerai-berai ke dimensi lain.
Dari sinilah game menunjukkan keunikannya: setiap run dimainkan dengan dua karakter sekaligus, bukan satu.
Sistem Pertarungan Dua Karakter
Setiap Prayer Child bisa berperan sebagai:
-
Tsurubi (petarung pedang)
-
Kageru (penyihir pendukung)
Peran ini membuat kombinasi strategi terasa dinamis dan eksperimental. Karakter yang sama bisa berubah total tergantung peran dan elemen yang digunakan. Satu run bisa gagal karena pasangan tidak serasi, tapi justru dari kegagalan lahirlah cerita, dialog pribadi, dan humor segar yang memperkuat ikatan pemain dengan karakter.
Contoh menarik:
-
Origami si penyihir angkuh menjadi Tsurubi yang lambat, dipasangkan dengan Nishiki sang biksu koi sebagai Kageru. Kombinasi ini kacau, tapi membuka dialog kocak soal ego.
-
Sebaliknya, Nishiki sebagai Tsurubi dengan Shigin sang pahlawan hiperaktif sebagai Kageru menghasilkan kombo pedang cepat dengan bola angin mematikan.
Mekanik Strategi yang Dalam
Selain pertarungan, pemain juga dihadapkan dengan keputusan sulit, misalnya:
-
Menyembuhkan satu karakter penuh atau dua sekaligus tapi dengan jumlah lebih sedikit.
-
Memilih Graces (buff mirip Boons di Hades) yang bisa menghasilkan kombo rusak untuk menghabisi bos hanya dalam hitungan detik.
Hal ini membuat setiap run terasa segar dan menantang.
Filosofi Kreatif Brownies Inc.
Demo yang singkat sudah cukup untuk memperlihatkan arah kreatif Brownies Inc.: jelas terinspirasi dari Hades, tapi berani bereksperimen dengan formula baru. Hasilnya adalah sebuah roguelike yang lebih personal, penuh humor, drama, dan strategi unik.
Tanggal Rilis
Towa and the Guardians of the Sacred Tree dijadwalkan rilis penuh pada 18 September 2025. Dengan mekanik inovatif dan nuansa anime yang kental, game ini siap menjadi salah satu roguelike paling segar tahun ini.
Kesimpulan
Towa bukan hanya sekadar “Hades versi anime”. Ia adalah roguelike dengan sistem dua karakter per run, cerita penuh kehangatan dan humor, serta strategi mendalam yang menantang pemain di setiap langkahnya. Untuk penggemar roguelike dan anime, ini adalah game wajib coba di tahun 2025.
