Ubisoft Resmi Batalkan Remake dari Prince of Persia: The Sands of Time
Industri video game kembali diguncang oleh kabar mengejutkan dari salah satu raksasa penerbit asal Prancis, Ubisoft. Dalam upaya keras untuk menata ulang arah bisnis dan mengembalikan kejayaan kreatif mereka, perusahaan tersebut mengumumkan langkah drastis dengan membatalkan pengembangan enam judul game sekaligus. Kabar yang paling menyayat hati bagi para penggemar nostalgia adalah nasib Prince of Persia: The Sands of Time remake yang dipastikan masuk dalam daftar proyek yang dihentikan secara permanen. Padahal, judul legendaris ini sebelumnya dijadwalkan untuk rilis pada tahun 2026. Selain itu, pisau pemangkasan juga menyasar empat judul lain yang belum sempat diumumkan ke publik tiga di antaranya merupakan properti intelektual atau IP baru serta satu judul game mobile yang harus angkat kaki dari jalur produksi.
Keputusan berat ini merupakan bagian dari tinjauan menyeluruh terhadap pipa konten perusahaan atau content pipeline. Ubisoft menyadari bahwa pasar AAA saat ini semakin selektif dan kompetitif, terutama dengan membanjirnya genre shooter. Oleh karena itu, strategi mereka kini bergeser dari kuantitas menuju kualitas mutlak. Selain pembatalan proyek, mereka juga memutuskan untuk mengalokasikan waktu pengembangan tambahan bagi tujuh judul lainnya. Langkah taktis ini diambil guna memastikan standar kualitas yang lebih tinggi dapat terpenuhi dan memaksimalkan nilai jangka panjang bagi pemain. Salah satu dampak langsung dari kebijakan ini adalah penundaan satu judul misterius yang awalnya direncanakan rilis pada tahun fiskal 2026, kini harus digeser jadwalnya ke tahun fiskal 2027.
Perombakan ini tidak hanya menyentuh aspek portofolio produk semata, tetapi juga meruntuhkan dan membangun ulang struktur organisasi secara fundamental. Ubisoft memperkenalkan model operasional baru yang terpusat pada lima pilar utama atau Creative Houses. Setiap unit ini akan memiliki otonomi penuh atas keputusan kreatif dan tanggung jawab finansial mereka, sebuah langkah desentralisasi yang radikal. Unit pertama akan fokus membesarkan waralaba raksasa tahunan seperti Assassin’s Creed dan Far Cry. Unit kedua didedikasikan khusus untuk pengalaman shooter kompetitif dan kooperatif yang menaungi brand seperti Tom Clancy’s The Division dan Ghost Recon. Unit ketiga akan menangani game dengan layanan langsung atau live service yang tajam seperti The Crew dan Riders Republic.
Sementara itu, unit keempat akan menjadi rumah bagi dunia fantasi imersif dan naratif yang kuat, menaungi IP seperti Rayman, Anno, dan sisa-sisa IP Prince of Persia. Terakhir, unit kelima akan fokus merebut kembali pasar kasual dan keluarga melalui brand populer seperti Just Dance dan Uno. Yves Guillemot, selaku pendiri dan CEO, menegaskan bahwa transformasi ini juga dibarengi dengan efisiensi biaya yang ketat, termasuk penutupan studio di Halifax dan Stockholm, serta restrukturisasi di beberapa cabang lainnya. Meskipun menjadi pil pahit bagi banyak pihak, reset besar-besaran ini diharapkan mampu membawa Ubisoft kembali ke jalur pertumbuhan yang berkelanjutan dan menghasilkan arus kas yang kuat di masa depan.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
