Banyak Kejutan di Hari Pertama Grand Final PMPL ID 2026 Spring, Ini Kata VOIN Potato
Grand Final PMPL ID 2026 Spring telah dimulai pada Jumat, 27 Maret 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya di mana top 16 tim PUBG Mobile terbaik di Indonesia bertarung untuk merebut gelar juara PMPL ID 2026 Spring. Pertarungan ini tidak hanya memperebutkan gelar dan hadiah uang tunai semata, melainkan juga tiket untuk berkompetisi di turnamen PUBG Mobile Global Open (PMGO) 2026 Season 1 dan PMGO SEA nantinya untuk 5 tim terbaik. Tentunya ini menjadi kesempatan bagi semua tim PUBG Mobile terbaik di Indonesia menuju kompetisi tingkat Global.
VOIN Chaikery menjadi salah satu tim yang cukup unggul di babak League Phase PMPL ID 2026 Spring. Sebagai tim yang menjadi unggulan, faktanya VOIN Chaikery mendapatkan banyak perlawanan sengit dari tim-tim lawan. Bahkan, perlawanan yang didapatkan oleh VOIN Chaikery membuat mereka harus bertengger di papan tengah klasemen hari pertama Grand Final PMPL ID 2026 Spring. Sebagai kapten tim, Sharfan “Potato” Shahman pun angkat bicara mengenai performa mereka. Simak selengkapnya berikut ini.
VOIN Potato Angkat Bicara Mengenai Performa Tim di Hari Pertama Grand Final PMPL ID 2026 Spring

VOIN Chaikery mendapatkan keuntungan yang cukup baik di Grand Final PMPL ID 2026 Spring di mana sebagai tim unggulan, mereka mendapatkan hampir 30 poin Headstart atau Headstart Point yang bisa mendorong poin mereka untuk unggul lebih dulu di Grand Final. Alih-alih unggul, VOIN Chaikery ternyata mendapatkan perlawanan sengit dari berbagai tim baik tim-tim papan atas, papan tengah hingga papan bawah membuat Potato dan kawan-kawan tampak kesulitan di hari pertama.
Walau berhasil mendapatkan 1 WWCD, posisi Voin Chaikery pun belum bisa dikatakan unggul. Hal ini perlu dievaluasi kembali oleh Potato dan kawan-kawan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di hari kedua. Selain sengitnya persaingan, beberapa kendala teknis yang dialami oleh para tim peserta sedikit banyaknya juga mempengaruhi performa VOIN Chaikery. “Kalau dibilang (pengaruh kendala teknis) pasti ada sedikit atau besarnya pasti ada karena selain (durasi) bakalan lebih lama lagi ibarat (kami) sudah fokus sebelumnya jadi agak ke-distract, (kami) menunggu-nunggu lagi jadi sedikit ada problem,” ucap Potato.
Berbicara terkait cara mengatasi distraksi akibat kendala tersebut, Potato menambahkan bahwa sang pelatih yakni Defiand sudah memberikan kiat-kiat atau cara untuk membuat mereka tetap fokus ketika menghadapi kendala teknis di dalam kompetisi. “Kami dikuatkan (Coach Defiand), ingat tujuan kami dari kemarin di liga jangan gara-gara hal sepele jadi bisa berakibat fatal. Sesama pemain harus saling menguatkan misalnya kalau memang lagi ada problem kami masih bisa bercanda satu sama lain,” ujar Potato menambahkan.
Terakhir, Potato mengungkapkan rasa senang terhadap dukungan yang diberikan oleh para fans VOIN Chaikery di mana beberapa fans terpantau datang dari Timor Leste untuk mendukung Potato dan kawan-kawan di Grand Final PMPL ID 2026 Spring. “Perasaan (kami) pasti senang sekali, mereka bela-belain (datang) dari Timor Leste jauh-jauh ke Surabaya buat nonton VOIN Chaikery main di Grand Final dan tentunya mereka juga mendoakan (kami) untuk bisa mendapatkan piala itu,” jelasnya.

“Buat yang mendukung (kami) siapa pun itu baik dari Timor Leste dan dari Indonesia juga tetap dukung VOIN Chaikery kita masih ada 2 hari lagi dan kami akan memaksimalkan match per match game per game selama 2 hari ke depan,” pungkasnya. Semoga ke depannya VOIN Chaikery bisa mendapatkan hasil yang lebih baik ya teman-teman semua. Seperti apa hasil yang diraih VOIN di hari kedua dan hari terakhir, mampukah mereka mendapatkan gelar juara? Kita tunggu saja.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
