Waktu Tayang Frankenstein Garapan Guillermo del Toro Terungkap
Kabar menggembirakan datang bagi para pecinta horor klasik. Setelah lama dinantikan, akhirnya waktu tayang Frankenstein Guillermo del Toro resmi diumumkan. Proyek ini menjadi salah satu karya paling ambisius dari sutradara peraih Oscar, Guillermo del Toro, yang selama bertahun-tahun kerap menyisipkan elemen dari novel klasik Mary Shelley ke dalam film-filmnya. Kini, del Toro menghadirkan interpretasi penuh dari kisah legendaris tersebut dalam bentuk film panjang yang akan dirilis melalui Netflix.
Film Frankenstein Guillermo del Toro menghadirkan jajaran aktor papan atas. Oscar Isaac akan memerankan Victor Frankenstein, sang ilmuwan brilian yang terobsesi menciptakan kehidupan baru. Jacob Elordi dipercaya membawakan karakter ikonis, sang monster ciptaan, dengan pendekatan yang lebih dalam dan emosional. Selain keduanya, film ini juga diperkuat oleh kehadiran Mia Goth, Ralph Ineson, Charles Dance, hingga Christoph Waltz yang masing-masing memerankan tokoh penting dalam kisah bernuansa gotik tersebut.
Cerita film akan tetap setia pada premis asli novel Mary Shelley tahun 1818, yaitu tentang ilmuwan yang begitu egois dan ambisius hingga berani menantang batas alam. Ia berhasil menciptakan makhluk hidup dari potongan tubuh manusia, namun justru eksperimen itu menjadi awal dari kehancurannya sendiri. Kisah tragis ini sudah sering diadaptasi, namun Frankenstein Guillermo del Toro digadang-gadang akan menghadirkan nuansa baru berkat sentuhan khas sang sutradara yang selalu piawai mencampurkan keindahan visual dengan horor yang mendalam.

Netflix secara resmi mengumumkan jadwal rilis Frankenstein melalui unggahan di platform X. Film ini akan mendapatkan perilisan terbatas di bioskop mulai 17 Oktober 2025, sebelum akhirnya tayang di Netflix pada 7 November 2025. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Netflix jarang membawa film orisinalnya ke layar lebar. Namun, pilihan tersebut menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kualitas karya Guillermo del Toro.
Strategi perilisan ini juga memberi peluang besar bagi Frankenstein Guillermo del Toro untuk masuk nominasi Oscar. Del Toro sendiri dikenal memiliki rekam jejak gemilang dalam ajang penghargaan tersebut, dan kehadiran film ini di bioskop akan memperbesar kesempatan meraih pengakuan dari industri perfilman dunia.
Selain itu, penentuan tanggal rilis di pertengahan Oktober hingga awal November terasa sangat tepat. Musim Halloween identik dengan tontonan horor, sehingga perilisan ini menempatkan Frankenstein pada momentum terbaik untuk menjangkau penonton global. Antusiasme publik pun semakin tinggi setelah Netflix merilis poster terbaru yang memperlihatkan suasana gelap, elegan, dan menegangkan khas karya del Toro.
Bagi penggemar setia Guillermo del Toro, film ini bukan sekadar adaptasi biasa. Frankenstein merupakan puncak perjalanan panjangnya dalam mengeksplorasi horor gotik. Tema tentang kehidupan, kematian, ambisi, dan kehancuran akan dikemas dengan visual megah yang sudah menjadi ciri khasnya. Maka tak heran bila Frankenstein Guillermo del Toro digadang sebagai salah satu film horor terbesar tahun 2025 yang siap menjadi perbincangan hangat, baik di layar lebar maupun di Netflix.
Tentang Franchise Frankenstein

Franchise Frankenstein merupakan salah satu waralaba horor paling berpengaruh dalam sejarah sastra dan perfilman. Berawal dari novel klasik karya Mary Shelley berjudul Frankenstein; or, The Modern Prometheus yang terbit pada 1818, kisah ini langsung menarik perhatian karena mengangkat tema besar tentang ambisi manusia, batas ilmu pengetahuan, dan konsekuensi dari menciptakan kehidupan. Novel tersebut menjadi pionir bagi genre fiksi ilmiah sekaligus horor gotik.
Seiring berkembangnya industri hiburan, Frankenstein mulai diadaptasi ke berbagai medium. Adaptasi film pertamanya yang paling ikonis hadir pada tahun 1931 lewat film produksi Universal Pictures berjudul Frankenstein, disutradarai oleh James Whale. Film ini menampilkan Boris Karloff sebagai sang monster, dengan desain wajah dan penampilan yang kemudian menjadi citra abadi makhluk Frankenstein di budaya populer. Kesuksesan film tersebut melahirkan sejumlah sekuel, termasuk Bride of Frankenstein (1935) yang dianggap salah satu film horor klasik terbaik sepanjang masa.
Franchise ini kemudian meluas ke berbagai bentuk, mulai dari serial televisi, teater, hingga komik. Dalam dunia film, Frankenstein kerap dimunculkan dalam versi yang beragam, baik adaptasi setia terhadap novel Shelley maupun interpretasi baru yang lebih bebas. Beberapa karya mencoba menekankan sisi tragis sang monster sebagai makhluk yang sebenarnya mendambakan penerimaan, sementara yang lain lebih menyoroti sisi horor dari kisah ciptaan ilmuwan yang tak terkendali.
Memasuki era modern, nama Frankenstein tetap relevan. Kisahnya telah diadaptasi ulang dalam berbagai gaya, dari horor klasik hingga aksi-fantasi. Contoh terbaru adalah Victor Frankenstein (2015) yang dibintangi James McAvoy dan Daniel Radcliffe, serta proyek ambisius Frankenstein Guillermo del Toro yang siap tayang tahun 2025 melalui Netflix.
Kekuatan utama franchise ini terletak pada tema universalnya. Pertanyaan tentang sejauh mana manusia boleh melampaui kodrat alam, serta konflik antara pencipta dan ciptaan, tetap relevan hingga hari ini. Dengan warisan panjang lebih dari dua abad, Frankenstein tidak hanya menjadi salah satu kisah horor paling terkenal, tetapi juga simbol abadi tentang konsekuensi ambisi manusia yang tak terbatas.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.