Witch Hat Atelier Raih Best Manga di Harvey Awards 2025
Ajang New York Comic Con 2025 menjadi tempat diumumkannya para pemenang Harvey Awards, salah satu penghargaan paling prestisius di dunia komik dan seni sekuensial. Tahun ini, sorotan utama dari kategori manga jatuh pada Witch Hat Atelier karya Kamome Shirahama, yang sekali lagi berhasil membawa pulang penghargaan Best Manga. Dirilis oleh Kodansha USA dan diterjemahkan oleh Stephen Kohler, manga fantasi bertema sihir ini mengukuhkan diri sebagai salah satu karya paling dihormati dalam industri.
Witch Hat Atelier bukanlah pendatang baru dalam ajang ini. Justru, kemenangan ini menandai kali kedua manga tersebut mendapatkan titel Best Manga, setelah sebelumnya meraih penghargaan yang sama pada tahun 2020. Prestasi ini memperkuat posisinya sebagai salah satu manga modern yang berhasil menyatukan kualitas artistik, narasi mendalam, dan apresiasi global.
Tahun ini, Witch Hat Atelier bersaing dengan sejumlah judul kuat lain yang juga populer di kalangan pembaca internasional. Beberapa nominasi dalam kategori Best Manga di Harvey Awards 2025 meliputi:
-
The Guy She Was Interested In Wasn't a Guy at All oleh Sumiko Arai (Yen Press)
-
The Summer Hikaru Died oleh Mokumokuren (Yen Press)
-
Tokyo These Days oleh Taiyo Matsumoto (Viz Media)
-
Wind Breaker oleh Satoru Nii (Kodansha USA)
Setiap judul memiliki keunikannya masing-masing, mulai dari romansa ringan hingga drama supernatural dan aksi berintensitas tinggi. Namun, keputusan akhirnya berada di tangan para profesional industri yang menilai berdasarkan kualitas artistik serta dampak kreatif. Kemenangan Witch Hat Atelier tidak hanya menunjukkan kualitas ceritanya, tetapi juga bagaimana karya Kamome Shirahama mampu meninggalkan kesan mendalam pada para kreator komik lainnya.
Selain kategori manga, Harvey Awards juga menghadirkan kategori Digital Book of the Year yang semakin relevan di era komik digital. Beberapa judul WEBTOON Originals seperti The Mafia Nanny, Morgana and Oz, dan Castle Swimmer masuk sebagai nominasi, bersaing bersama komik independen seperti Resenter karya Gigi Murakami. Namun, pemenangnya jatuh kepada Sarah’s Scribbles karya Sarah Andersen (Go Comics), sebuah seri komik slice-of-life humoris yang memang telah memiliki basis pembaca kuat di berbagai platform digital.
Sebagai informasi tambahan, kategori Best Manga sendiri baru ditambahkan ke Harvey Awards pada 2018. Sejak saat itu, beberapa pemenang sebelumnya termasuk:
-
My Lesbian Experience with Loneliness (2018)
-
My Hero Academia (2019)
-
Witch Hat Atelier (2020)
-
Chainsaw Man (2021–2023)
-
Delicious in Dungeon (2024)
Sebelum adanya kategori khusus manga, karya-karya Jepang bersaing dalam kategori Best American Edition of Foreign Material. Menariknya, pemenang terakhir dari kategori tersebut adalah Attack on Titan karya Hajime Isayama pada 2014, sebuah bukti bahwa manga telah lama menjadi bagian penting dari pasar komik internasional.
Satu hal yang membedakan Harvey Awards dari ajang besar lain seperti Eisner Awards adalah proses penentuannya. Jika Eisner lebih bersifat industri dan memiliki dewan penilai tertentu, Harvey Awards sepenuhnya dinominasikan dan dipilih oleh para profesional industri komik itu sendiri. Dengan kata lain, pemenangnya mencerminkan penilaian sesama kreator, menjadikannya penghargaan yang sangat dihormati karena berasal dari perspektif para pelaku industri langsung.
Dengan kemenangan Witch Hat Atelier yang kedua ini, reputasi Kamome Shirahama semakin kokoh sebagai salah satu mangaka dengan karya visual dan naratif paling kuat di generasinya. Penghargaan ini juga memperkuat posisi Witch Hat Atelier sebagai salah satu seri fantasi terbaik yang sukses menembus ranah komik internasional dengan gaya seni yang memikat dan cerita yang penuh keajaiban.