Nama YUDHA kini menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan di dunia kompetitif eFootball Indonesia. Prestasi yang ia raih tidak datang secara instan, melainkan melalui konsistensi performa, mental bertanding yang kuat, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa. Dua gelar juara Windah Basudara Cup secara beruntun menjadi bukti nyata kualitasnya sebagai pemain top nasional.
Keberhasilan YUDHA menjuarai Windah Basudara Cup 2024 dan 2025 terasa istimewa karena diraih melalui dua format kompetisi yang sangat berbeda. Dari pertarungan individu hingga permainan tim, YUDHA menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain komplet.
Pada Windah Basudara Cup 2024, turnamen diselenggarakan dengan format Mobile 1v1. Format ini dikenal sangat menuntut kemampuan individu karena setiap keputusan pemain berdampak langsung pada hasil pertandingan. Tidak ada ruang untuk kesalahan, dan konsistensi menjadi kunci utama.
Sepanjang turnamen, YUDHA tampil stabil sejak babak awal hingga final. Ia menunjukkan penguasaan mekanik permainan yang matang, pemilihan taktik yang tepat, serta ketenangan saat menghadapi situasi genting. Kemenangan ini mengukuhkan YUDHA sebagai salah satu pemain individu terkuat di ranah eFootball Mobile Indonesia.
Memasuki Windah Basudara Cup 2025, format kompetisi berubah drastis menjadi Clan War 3v3. Dalam format ini, kemampuan individu tetap penting, tetapi kerja sama tim, komunikasi, dan pemahaman strategi kolektif menjadi faktor penentu utama.
YUDHA menghadapi tantangan baru dengan bergabung bersama Longball Eleven. Dalam format ini, ia tidak hanya dituntut bermain bagus secara personal, tetapi juga harus menyatu dengan sistem tim. Hasilnya, YUDHA kembali berhasil menjuarai turnamen dan mencatatkan gelar back-to-back.
Keberhasilan Longball Eleven menjuarai Windah Basudara Cup 2025 tidak lepas dari performa solid seluruh anggota tim. Clan ini dikenal memiliki koordinasi permainan yang rapi, disiplin strategi, serta mental bertanding yang kuat.
YUDHA menjadi salah satu elemen kunci dalam keberhasilan tersebut. Pengalaman dan ketenangannya membantu tim menjaga konsistensi performa hingga partai puncak, memastikan trofi juara nasional format 3v3 kembali diraih.
Di luar Windah Basudara Cup, YUDHA juga aktif di skena kompetitif eFootball yang lebih luas. Ia tergabung dalam Shadow Esport dan berpartisipasi di Indonesian Football e-League (IFeL), liga resmi dengan standar kompetisi tinggi.
Keikutsertaan di IFeL menunjukkan bahwa YUDHA tidak hanya unggul di turnamen komunitas, tetapi juga mampu bersaing di level liga nasional yang menjadi tolok ukur kualitas pemain eFootball Indonesia.
Windah Basudara Cup merupakan turnamen komunitas besar yang digagas oleh Windah Basudara. Ajang ini berperan penting dalam membuka ruang bagi pemain dari berbagai latar belakang untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung nasional.
Keberhasilan YUDHA menjuarai dua edisi berturut-turut dengan format berbeda menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem kompetisi komunitas mampu melahirkan pemain berprestasi.
Prestasi YUDHA (Prasadi) sebagai juara Windah Basudara Cup 2024 dan 2025 bukan hanya tentang trofi. Dari duel individu hingga permainan tim, ia membuktikan bahwa adaptasi, kerja keras, dan konsistensi adalah kunci bertahan di level tertinggi.
Dengan pencapaian ini, YUDHA layak disebut sebagai salah satu pemain eFootball yang patut diperhitungkan di Indonesia serta menjadi inspirasi bagi generasi pemain muda.