Asah "Pedang Tumpul" RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Fall, Coach Adyy Harus Berani!

Asah "Pedang Tumpul" RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Fall, Coach Adyy Harus Berani!

Free Fire
17 September 2026
8 views
  • Performa RRQ Kazu di Week 3 dan 4 Knockout Stage tampak kurang meyakinkan.
  • Adji Sven kritik performa RRQ yang dinilai “jauh dari kata bagus”.
  • Menurut Adji Sven, RRQ mulai tertinggal dibanding Bigetron dan MBR.
  • Adji Sven menyarankan Coach Adyy membawa lineup baru di Point Rush dan Grand Final.
  • Ayo top up diamond FF kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Cristian Wiranata Surbakti | Editor: Yosia Karisma Putra

RRQ Kazu menjadi salah satu dari 4 tim perwakilan Indonesia yang akan berlaga di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall. Sebagai tim yang diunggulkan, saat ini performa RRQ Kazu masih cukup dipertanyakan oleh para penggemar. Hampir tidak lolos dari babak Knockout Stage, akankah Coach Adyy mengambil tindakan yang tepat untuk mengasah “Pedang Tumpul” Sang Raja dari Segala Raja? Simak interview eksklusif Dunia Games (DG) bersama Adji Sven dalam artikel berikut ini.

Adji Sven Kritik RRQ Kazu di Knockout Stage, Performa Sang Raja “Jauh Dari Kata Bagus”

RRQ Kazu - FFWS SEA 2026 Fall

Eksklusif kepada Dunia Games (DG), Adji Sven memberikan opininya atas performa RRQ Kazu di Knockout Stage khususnya di week 3 hingga week 4. Adji mengkritik performa RRQ yang dinilai masih jauh dari kata bagus, menurutnya Sang Raja masih kerap mengulangi kealahan-kesalahan yang seharusnya tidak mereka lakukan. “Menurut saya performanya (RRQ) masih jauh dari kata bagus sebenarnya, masih standar-standar saja dan tidak mencerminkan level permainan mereka seperti biasanya,” ucap Adji Sven kepada Dunia Games (DG).

RRQ Kazu - FFWS SEA 2026 Fall

Ada penurunan kualitas permainan walaupun mereka lolos (ke Grand Final) juga. Cuma di beberapa map, saya lihat masih mengulangi kesalahan-kesalahan yang harusnya kapasitas RRQ tidak melakukan kesalahan seperti itu,” tuturnya. Adji Sven menambahkan, RRQ Kazu terhalang sentimen optimisme yang dinilai “menjebak” khususnya melihat performa mereka di week 4 seakan menjadi ‘do or die’ game bagi Sang Raja.

Kesalahan yang berulang yang masih mereka lakukan di tempat (dan) dengan cara yang sama, itu yang menjadi faktor (penyebab) mereka jadi seakan-akan ‘do or die’. Di lain sisi saya juga tahu seperti mungkin mereka merasa sudah punya sentimen ‘kami pasti lolos’ begitu dan ‘kami bisa manfaatkan map yang ini,’” ujar Adji menambahkan. “Contohnya kebetulan Solara kemarin menjadi (map) keberuntungan untuk tim-tim Indonesia,

Adji Sven - FFWS SEA 2026 Fall

Hal-hal seperti itu mungkin sudah diprediksi dengan baik sama coaching staff, jadi akhirnya masih bisa selamat begitu. Walaupun itu tadi (ada) kesalahan-kesalahan yang sama berulang, mereka sampai ada di posisi yang tidak aman. Hal-hal yang mungkin juga akan terjadi lagi nanti di Surabaya maksud saya,” kata dia. Adji Sven pun mengkritik apa yang terjadi dengan RRQ Kazu seakan menjadi ‘Habit’ yang cukup disayangkan.

Dibilang ‘penyakit’ bukan, tapi saya lebih suka menyebut ini adalah habit. ‘Habit untuk kalah’ mereka seperti muscle memory itu terbiasa buat fight di situ, dan kalah. Mereka ulangi terus begitu siklusnya.

RRQ Kazu Kalah Pamor Dari Pesaing: Stagnasi Kekuatan Hingga “Rasa Lapar” yang Hilang

Jika dibandingkan dengan tim-tim Indonesia lainnya seperti Bigetron by Vitality hingga MBR Omega, Adji Sven punya pandangan yang cukup menarik. Pertama, jika dibandingkan dengan Bigetron by Vitality, Adji Sven melihat RRQ Kazu mulai kalah pamor dalam hal pemilihan atau pembentukan roster. Menurut Adji, Chrisjo sebagai pelatih tim Bigetron berani mengambil keputusan besar yang tentu akan berdampak terhadap keberhasilan timnya di babak Knockout Stage yang lalu.

Satu hal menurut saya yang bikin Bigetron lebih baik daripada RRQ (adalah), Bigetron tidak pandang bulu buat nyopot player senior digantiin sama player yang baru. Benar-benar dimainkan, benar-benar dicoba di hari itu tanpa ada pengecualian. Bigetron, yang saya lihat adalah apa pun kesiapannya, mereka tetap mau mainkan pemain baru dan sukses ternyata. Nah itu yang Bigetron punya tapi RRQ tidak punya,” ujarnya.

RRQ Kazu - FFWS SEA 2026 Fall

Kita ga pernah melihat Adyy tiba-tiba (di) suatu match day starting lineup-nya copot Dutzz atau MaaL sepanjang 6 game nah itu yang tidak dipunya RRQ dan dipunya Bigetron.” Sementara itu, dari sisi komparasi dengan MBR Omega, Adji Sven mengungkapkan jika para pemain MBR dinilai lebih punya hasrat kompetitif atau rasa ‘lapar’ dibandingkan dengan para pemain RRQ Kazu yang dinilai sudah “stuck” dengan pencapaian di masa lalu.

Player MBR saya yakin lebih lapar daripada (player) RRQ. Karena player MBR belum ada pencapaian apa pun di scene internasional. Jadi, dalam konteks rasa lapar saya berani jamin harusnya MBR adalah tim yang lebih ‘lapar’ dari RRQ. Kita tidak bisa pungkiri (finis) hastag 2 EWC, hastag 2 FFWS Global itu tentunya juga sebuah pencapaian walau pun tanpa piala yang mana RRQ sudah punya,” ungkap Adji Sven.

Sementara MBR belum, jadi (player) MBR itu hasrat atau rasa ingin berada di puncak itu harusnya lebih tinggi apalagi tentang membuktikan diri juga itu lebih (terlihat) ke MBR menurut saya daripada RRQ. RRQ (dianggap) bahkan stigmanya ‘di final melempem’ jadi MBR tidak punya pressure itu (mereka) lebih unggul sedikit,” jelasnya.

Tanggung Jawab Moral Coach Adyy Asah “Pedang Tumpul” RRQ Kazu, Adji Sven: “No Risk, No Story!”

Meski performa yang ditampilkan RRQ Kazu terbilang ‘kurang memuaskan’ Adji Sven masih cukup optimistis dengan kapabilitas Coach Adyy sebagai pelatih. Menurut Adji, Coach Adyy masih bisa mengasah “Pedang Tumpul” RRQ dengan percaya akan kekuatan baru mereka dengan Jeek di dalam lineup. “Saya kepikiran kalau Coach Adyy mau ada pengalaman baru, mau ada pencapaian baru coba di Point Rush atau di Grand Final main dengan lineup yang baru,” kata Adji Sven.

Misalnya di Point Rush, dia bawa Jeek copot MaaL begitu. Kalau hasilnya bagus, tetap bawa Jeek di Grand Final; jangan diganti apa pun hasilnya biar dia dapat hasil yang berbeda dengan lineup yang berbeda. Kalau misalnya, buru-buru di Grand Final 3 game (Jeek) sudah main hasilnya kurang bagus langsung masuk lagi MaaL itu ujung-ujungnya hasilnya sama lagi ya penonton jadi sudah tidak kaget. Tapi kalau misalkan mereka datang dengan lineup yang berbeda, walaupun hasilnya mungkin kurang lebih sama misalnya kurang memuaskan setidaknya ada yang dicoba (dan) ada yang diusahakan begitu,” paparnya.

Tapi kalau ternyata di Jeek ini dikasih kesempatan bermain 2 game saja dia tidak bisa membuktikan atau maksimalnya 3 game di Point Rush, copot saja sudah menurut saya penentuannya di situ. Di Point Rush Coach Adyy punya kesempatan yang adil buat pilih MaaL atau Jeek bermain. Seperti 3 game pertama kasih si Jeek main dulu, MaaL-nya copot dulu. Kalau ternyata 3 game positif, mainkan sampai selesai, lihat hasilnya bagaimana. Dan besoknya, main sama Jeek saja sudah.”

Terakhir, ia pun meminta Coach Adyy untuk belajar dari sosok Chrisjo yang bisa mengambil keputusan “tepat” bagi tim lewat penyegaran lineup. Coach Adyy punya kendali untuk menentukan lineup terbaiknya, sehingga Adji Sven berharap ia bisa untuk bijak melihat kecermatan yang dimiliki oleh Chrisjo. Adji menyebut kecermatan tersebut sebagai tindakan “No Risk, No Story” yang patut dicermati Adyy.

No risk, no story menurut saya. Maksudnya seperti Chrisjo kurang gila apa dia? Tiba-tiba masukin Tiusz, setelah bermain 2 game gantikan (dengan) Fellow. Kalau misalnya tidak ada hasil dari (apa) yang kita coba ya bagaimana kita mau ambil kesimpulan begitu, bukan? Kalau pun beresiko ya itu harga yang harus dibayar, kan untuk mendapatkan hasil? No risk, no story saya percaya,” pungkas Adji Sven.

F.A.Q

1. Siapa Adji Sven?

Adji Hadi Perdana atau Adji Sven adalah profesional caster/shoutcaster Free Fire dari Indonesia.

2. Seperti Apa Penilaian Adji Sven Terhadap Performa RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Fall?

Adji Sven menilai performa RRQ Kazu di FFWS SEA 2026 Fall terutama di babak Knockout Stage Week 3 dan Week 4 masih jauh dari kata bagus. Adji Sven melihat performa RRQ masih berada di taraf “Standar” karena masih kerap melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh tim di level RRQ.

3. Seperti Apa Masukan yang Diberikan Adji Sven Kepada Coach Adyy Untuk Membantu RRQ di Grand Final?

Menurut Adji Sven, Coach Adyy bisa mempertimbangkan membawa lineup baru di Grand Final untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Ia pun diharapkan bisa menguji dan memberi kesempatan lebih terhadap pemain barunya, Jeek. Jika tidak maksimal, maka ia bisa kembali mengandalkan MaaL dalam starting lineup miliknya.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.