Breakdown MPL ID S18 Week 3: ONIC Kalah Beruntun
- ONIC harus bangkit setelah menelan dua kekalahan beruntun di pekan ketiga.
- TLID semakin menunjukkan diri sebagai kandidat kuat juara MPL ID S18.
- NaVi membuktikan bahwa tim penantang mampu menumbangkan tim papan atas.
- EVOS dan RRQ masih perlu menemukan konsistensi permainan terbaiknya.
- Ayo top up diamond MLBB kalian di Dunia Games sekarang.
Penulis: Redzi Arya Pratama
Panggung MPL ID Season 18 pekan ketiga menyajikan dinamika kompetisi yang penuh dengan kejutan tak terduga. Peta persaingan antar tim papan atas dan tim penantang semakin bergejolak, menghadirkan tontonan tensi tinggi bagi seluruh penggemar Mobile Legends di tanah air.
Sorotan utama di minggu ini tertuju langsung pada sang penguasa panggung kompetitif, ONIC. Tim berjuluk Landak Kuning tersebut harus menerima kenyataan pahit setelah menelan rentetan hasil minor yang mengejutkan banyak pihak sepanjang berjalannya pekan ketiga.
Di sisi lain, tim-tim penantang tampil dengan kesiapan matang serta keberanian taktik yang membuat persaingan semakin berimbang. Lonjakan performa dari para pesaing memperlihatkan bahwa jurang kekuatan antar kontestan MPL ID Season 18 kini semakin menipis.
Kondisi tersebut membuat perebutan posisi di papan klasemen bergerak sangat dinamis. Setiap poin kemenangan menjadi begitu berharga karena tidak ada lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata ataupun dijamin meraih poin mudah.
Secara keseluruhan, pekan ketiga menjadi bukti nyata bahwa persaingan menuju babak playoff dan perburuan gelar juara musim ini akan berlangsung jauh lebih ketat, penuh intrik strategi, dan sulit untuk ditebak.
ONIC Kalah Beruntun, Tumbang 2 Kali

Kekalahan beruntun yang dialami oleh ONIC di pekan ketiga tentu memicu tanda tanya besar di kalangan komunitas: apakah sang raja sedang berada dalam fase krisis? ONIC dipaksa tunduk oleh Team Liquid ID (TLID) dengan skor tipis 2-1, sebelum akhirnya kembali menelan kekalahan telak 2-0 saat berhadapan dengan NaVi. Hasil ini menjadi salah satu torehan paling mengejutkan sepanjang musim reguler berlangsung.
Namun, jika dibedah secara mendalam, hasil minor ini bukan semata-mata karena performa ONIC mengalami penurunan drastis atau drop. Faktor utama yang lebih berpengaruh adalah peningkatan kualitas permainan lawan yang sangat pesat. Tim-tim lawan terbukti mampu membaca celah rotasi serta strategi draft ONIC dengan sangat cermat.
NaVi, misalnya, menunjukkan eksekusi taktik yang sangat disiplin dan berani membawa racikan strategi baru ke panggung kompetitif, seperti penampilan gemilang Zeon di posisi Gold Lane. Hal ini membuktikan bahwa kesiapan lawan dalam meredam agresivitas ONIC menjadi kunci utama kekalahan sang jawara, bukan sekadar kelalaian internal belaka.
Team Liquid Pesaing Juara
Berbanding terbalik dengan ONIC, Team Liquid ID (TLID) justru semakin membuktikan kapasitasnya sebagai kandidat terkuat peraih trofi juara MPL ID S18. Kemenangan prestisius atas ONIC menjadi validasi bahwa TLID kini memiliki mental bertanding yang matang dan rasa percaya diri yang melimpah.
Konsistensi permainan TLID terlihat dari bagaimana mereka mengeksekusi team fight besar dan mengontrol objektif netral. Rotasi antarlini yang rapi serta pengambilan keputusan yang dingin di momen-momen krusial membuat gaya main mereka semakin solid dan sulit diruntuhkan.
Kombinasi rasa percaya diri yang tinggi, kedalaman taktik, serta kestabilan mental di setiap game menempatkan TLID di jalur yang sangat tepat untuk mendominasi musim ini dan mengamankan posisi puncak perburuan gelar.
EVOS dan RRQ Masih Tidak Konsisten
Sementara itu, dua organisasi esports raksasa Indonesia, EVOS dan RRQ, masih terus berjuang mencari bentuk permainan terbaik mereka. Hingga pekan ketiga berakhir, performa kedua tim besar ini dinilai masih belum menjanjikan dan cenderung fluktuatif di panggung kompetisi.
EVOS kerap memperlihatkan inkonsistensi eksekusi saat memasuki fase mid-to-late game, di mana keunggulan yang sudah dikumpulkan pada early game sering kali terlepas begitu saja. Di sisi lain, RRQ masih tampak mencari formula line-up dan komunikasi terbaik untuk menghasilkan sinergi permainan yang stabil di bawah tekanan lawan.
Ketidakmampuan menjaga konsistensi ini membuat perjalanan EVOS dan RRQ masih diliputi tanda tanya besar. Jika kedua tim veteran ini tidak segera membenahi kendala komunikasi dan kedisiplinan makro mereka, langkah mereka untuk menembus papan atas akan semakin terjal di pekan-pekan mendatang.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
