Industri Game Bisa Sumbang Rp59 Triliun untuk Perekonomian Nasional Pada 2030

Industri Game Bisa Sumbang Rp59 Triliun untuk Perekonomian Nasional Pada 2030

Berita
23 October 2026
17 views

Penulis: Redzi Arya Pratama

Industri game Indonesia memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi lebih tinggi terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan studi terbaru yang dipaparkan dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, industri game Indonesia berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun pada 2030.

Studi tersebut dilakukan oleh Access Partnership bersama Tencent dan dituangkan dalam white paper berjudul The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia. Laporan ini membahas perkembangan industri game di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, mulai dari pengembangan serta penerbitan game hingga perangkat keras, ritel, dan esports.

Selain membahas nilai ekonomi, laporan tersebut juga mengulas kontribusi industri game terhadap pengembangan intellectual property (IP), penciptaan lapangan kerja, pengembangan talenta, pariwisata, dan penyelenggaraan acara. Studi ini turut memproyeksikan pertumbuhan industri hingga 2030 melalui skenario moderat dan akselerasi.

Secara keseluruhan, industri game diproyeksikan menghasilkan nilai tambah US$12,2 miliar atau sekitar Rp219,6 triliun di Asia Tenggara pada 2030. Industri ini juga diperkirakan mendukung sekitar 1,01 juta lapangan kerja di kawasan tersebut.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa industri game bukan sekadar hiburan digital. Ekosistemnya membuka peluang karier di bidang desain, animasi, pemrograman, produksi langsung, pemasaran, hingga pembuatan konten. Industri ini juga membantu memperkenalkan IP lokal dan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif lainnya.

Meski demikian, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk memaksimalkan potensi tersebut. Pasar game domestik sudah besar, tetapi kontribusi dari pengembangan dan penerbitan game masih relatif kecil dibandingkan sektor lainnya. Karena itu, penguatan studio lokal, talenta, teknologi, dan akses pasar internasional menjadi faktor penting untuk meningkatkan nilai ekonomi yang dihasilkan.

Industri Game Indonesia Sudah Bernilai Rp32,4 Triliun

Industri Game

Berdasarkan laporan Access Partnership dan Tencent, industri game Indonesia diperkirakan menghasilkan pendapatan US1,3miliaratausekitarRp23,4triliunpada2025.Secarakeseluruhan,industriiniberkontribusisekitarUS1,8 miliar atau Rp32,4 triliun terhadap perekonomian nasional dan mendukung sekitar 257.400 lapangan kerja.

Namun, sebagian besar kontribusi tersebut masih berasal dari sektor perangkat keras dan periferal sebesar 47%. Esports menyumbang 24%, sedangkan ritel berkontribusi 22%. Sementara itu, pengembangan dan penerbitan game hanya menyumbang sekitar 7%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam produksi game. Pengembangan IP orisinal, peningkatan kemampuan studio lokal, dan perluasan distribusi internasional dapat membantu Indonesia memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari industri ini.

Dalam skenario pertumbuhan yang dipercepat, nilai tambah industri game Indonesia diproyeksikan mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp59 triliun pada 2030. Jumlah lapangan kerja yang didukung juga diperkirakan meningkat menjadi 476.600.

Sementara itu, dalam skenario pertumbuhan moderat, nilai tambah industri game diperkirakan mencapai US$2,8 miliar dengan dukungan sekitar 416.600 lapangan kerja. Perbedaan proyeksi ini menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan jika industri mendapatkan dukungan yang sesuai.

Tiga Strategi untuk Meningkatkan Nilai Industri Game Indonesia

Laporan Access Partnership dan Tencent mengidentifikasi tiga area kebijakan yang dapat membantu Indonesia memaksimalkan potensi industri game.

Pertama, memperluas akses pembiayaan bagi studio lokal. Hibah untuk pengembangan prototipe, pendanaan pendamping, dan pinjaman berbunga ringan dapat membantu pengembang menghasilkan lebih banyak game buatan Indonesia. Dukungan pembiayaan juga penting agar studio lokal mampu bertahan dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Kedua, mengoptimalkan nilai IP lokal. Proses pendaftaran, penilaian, dan pembiayaan IP yang lebih sederhana dapat membantu pengembang mengembangkan karya yang memiliki nilai komersial. Dengan demikian, studio lokal memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan nilai ekonomi dari IP yang mereka ciptakan sekaligus membangun bisnis penerbitan sendiri.

Ketiga, memperkuat pengembangan talenta dan ekspansi internasional. Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, program penempatan kerja, serta inisiatif penjajakan bisnis dapat membantu studio Indonesia meningkatkan kapabilitas dan terhubung dengan mitra internasional.

Ketiga strategi tersebut dapat menjadi fondasi untuk membawa industri game Indonesia naik kelas. Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar bagi game buatan luar negeri, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya yang mampu bersaing di tingkat global.

Tencent Dorong Ekosistem Game yang Lebih Kompetitif

Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant (Lynn), menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan kekuatan pasarnya menjadi ekosistem produksi dan kreativitas yang lebih kuat.

“Peluang saat ini adalah mengubah kekuatan pasar Indonesia menjadi ekosistem kreatif dan produksi yang lebih kuat. Di dalamnya, studio lokal dapat mengembangkan IP orisinal, membangun bisnis yang berkelanjutan, dan terhubung dengan audiens di seluruh dunia. Kami berharap riset ini dapat mendorong dialog lebih lanjut antara pemerintah, industri, dan komunitas kreatif mengenai kondisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” ujar Lynn.

Laporan tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan industri game tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah pemain dan belanja konsumen. Ekosistem yang kuat juga membutuhkan akses pembiayaan, jalur komersialisasi IP, pengembangan talenta, koneksi internasional, serta kebijakan yang melindungi pengguna tanpa menghambat inovasi dan investasi.

Pendekatan berbasis data dan dialog antara pemerintah dengan pelaku industri juga diperlukan untuk memastikan kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pengembang lokal. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan game dan inovasi digital di Asia Tenggara.

Jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, industri game bukan hanya menjadi bagian dari hiburan masyarakat, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif yang menciptakan lapangan kerja, melahirkan IP lokal, dan membuka peluang bisnis baru.

Laporan lengkap dapat dibaca melalui white paper The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.