Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen (PS5): Menjawab Permintaan 2 Tahun Fans Berat

Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen (PS5): Menjawab Permintaan 2 Tahun Fans Berat

Game Review
23 October 2026
7 views

Dragon's Dogma 2: Dark Arisen akhirnya membawa Arisen ke wilayah baru penuh misteri dan tantangan-tantangan baru yang jauh lebih ganas lengkap dengan Hard Mode yang sudah dinantikan para penggemarnya selama lebih dari dua tahun terakhir. Setelah mencoba bertahan hidup di daratan bersalju Norgan, bertarung melawan berbagai monster ganas baru, dan berkali-kali dibuat kewalahan, berikut kesan-pesan yang didapat oleh tim Dunia Games mengenai DLC masif Dragon's Dogma 2: Dark Arisen.

Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen di PS5

Petualangan Baru di Negeri Es yang Tidak Kenal Ampun

Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen

Konten Dark Arisen sendiri bisa langsung diakses oleh pemain Dragon’s Dogma 2 begitu mereka menginjakkan kaki di bar The Stardrop Inn di kota Vernworth usai menyelesaikan tutorial. Saat Captain Brant membahas mengenai tingkah laku mencurigakan Queen Regent Disa, kamu langsung mendapatkan pilihan untuk menginvestigasi daerah Norgan.

Jika kamu memutuskan untuk melakukannya, maka Captain Brant akan bilang bahwa dilaporkan ada kemunculan Arisen baru lagi di daerah utara tidak berpenghuni itu. Meski Arisen kita berdiri tepat di hadapannya, Brant tampaknya yakin bahwa laporan kali ini bukan sekadar tipu muslihat seperti yang pernah terjadi dalam cerita utamanya. 

Karena ingin merasakan tantangan Dark Arisen dari awal, saya memulai permainan baru dan langsung menunggangi Griffin menuju Norgan saat semua party member baru mencapai sekitar Level 20. Ternyata, keputusan menjalankan quest “Chilling Tidings” di level tersebut merupakan kesalahan yang sangat besar!

Bukan cuma badai salju Norgan yang kejam, para penghuninya pun sama sekali tidak kenal ampun. Beorcan beserta kawanan Direwolf-nya saja sudah cukup untuk membuat saya dan para Pawn kewalahan. Alhasil, saya terpaksa menjalankan perang gerilya – memancing musuh satu per satu lalu spam grab dan Counter Slash berkali-kali sampai akhirnya mendapatkan sambutan dari sebuah permukiman Norgandian Settlement kecil.

Untungnya, monster-monster tersebut menjatuhkan berbagai macam Relic. Sistem random loot ini memberikan perlengkapan yang jauh lebih kuat dari item-item base game dan membuat setiap hasil pertempuran terasa ditunggu-tunggu, bahkan meski proses mengalahkan musuhnya sangat melelahkan.

Perjalanan di Norgan pun baru mulai terasa lebih adil setelah Arisen dan para Pawn saya mencapai sekitar Level 38 dan meng-equip sejumlah Relic. Pengalaman ini memperjelas satu hal: Norgan memang dirancang sebagai wilayah endgame. Kamu bisa saja mengunjunginya sejak awal (dan langsung kabur lagi ke Vernworth pakai Eternal Ferrystone), tapi jangan berharap bisa memaksa masuk di level rendah.

Sebagai catatan: Kalau kamu sudah mempunyai save endgame dan berada di Unmoored World, kamu harus mengulang dengan pilihan New Game+ dari menu Change Save Slot agar bisa mengakses DLC.

Lost Rites Trials, Persiapan Wajib Sebelum Menjelajahi Norgan

Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen

Di sinilah Lost Rites Trials menjadi salah satu faktor paling penting dalam Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen. Alih-alih hanya menghadirkan wilayah baru, Capcom juga menyebarkan 12 dungeon tambahan yang menawarkan tantangan tersendiri sekaligus menjadi sarana mempersiapkan Arisen menghadapi monster-monster Norgan.

Dungeon tersebut tersebar di berbagai wilayah, termasuk Vermund dan Battahl, dan setiap Lost Rites mengharuskanmu menghabisi serangkaian musuh dan tantangan sebelum bisa mengklaim hadiah. Tingkat kesulitannya pun meningkat secara bertahap dari dungeon ke dungeon, sehingga progresnya lebih masuk akal dibandingkan langsung “telanjang” menerjang Norgan tanpa persiapan.

Keberadaan Lost Rites – yang memang direkomendasikan dimulai untuk Level 20 – membuat alur perkembangan karakter terasa lebih menarik. Daripada sekadar grinding level dengan menghabisi monster yang sama berulang kali, kita diberikan tantangan khusus dengan hadiah yang benar-benar berguna untuk menghadapi tingkatan berikutnya. Apalagi, Norgan menyimpan ancaman yang jauh lebih mengerikan daripada sekumpulan Direwolf. Salah satunya termasuk Fimbl, sang naga es yang siap menguji kemampuan bertarung dan persiapan seluruh party.

Mengingat lonjakan kekuatan equip Dark Arisen yang mencapai angka 800an, Lost Rites bukan sekadar konten sampingan untuk memperpanjang durasi permainan. Dungeon-dungeon ini menjadi jembatan penting yang menghubungkan base game dengan tingkat kesulitan brutal yang ditawarkan DLC-nya.

Top up ML dapat double 2x Recharge Bonus? Manfaatkan promo First Top-up Only Diamonds bonus 100% dengan langsung top up MLBB melalui Dunia Games! Syarat dan ketentuan berlaku.

Sistem-sistem Baru yang Membuat Grinding Terasa Lebih Menyenangkan

Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, selain daratan Norgan yang tidak bersahabat namun indah, daya tarik terbesar Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen lainnya adalah sistem Relic Appraisal.

Musuh-musuh yang dikalahkan bisa menjatuhkan Relic dengan tingkat kelangkaan berbeda, yang kemudian dapat diperiksa oleh Nenek Jiera untuk membuka senjata dan armor dengan atribut acak. Bahkan, beberapa perlengkapan memiliki bonus skill spesial yang bisa mengubah cara bermain suatu Vocation. Tapi sebelum asal farming pakai Vocation yang paling pewe buatmu, perlu diingat kalau peluang mendapatkan Relic jenis tertentu (Light Weapon, Bowstaff, dan lain-lain) juga dipengaruhi Vocation yang digunakan Arisen dan Main Pawn.

Capcom juga memperbaiki salah satu mekanisme paling kontroversial dari base game-nya, yaitu Dragonsplague. Penyakit misterius yang menjangkiti Pawn ini sekarang lebih mudah dideteksi melalui perubahan perilaku mereka saat bertempur – bahkan mereka akan memberitahu dengan gamblang jika kamu masuk ke Inn beberapa hari sebelum penyakit mereka meledak. Juga tersedia item Dragon's Baulk Elixir untuk menyembuhkannya, jadi kamu tidak perlu (terlalu) khawatir kehilangan seluruh penduduk kota hanya karena kelewatan gejala-gejala yang diderita salah satu Pawn-mu.

Tidak ketinggalan, jumlah Weapon Skill yang bisa dipasang kini meningkat dari empat menjadi enam, memberikan lebih banyak ruang untuk bereksperimen dengan kombinasi skill. Kamu juga bisa menemukan sembilan Obelisk of Benediction yang tersebar di seluruh Norgan dan akan memberikan beragam buff termasuk status permanen juga peningkatan skill-skill lama saat diaktifkan.

Ada pula sistem Transmog alias Tailor Equipment yang memungkinkanmu mengubah penampilan equipment tanpa mengorbankan statusnya. Sayangnya, fitur terakhir ini baru terbuka agak jauh dari awal DLC setelah menyelesaikan rangkaian quest tertentu di Norgan.

Tetap Ada Kekurangan yang Menjadi Pertanyaan Besar

Review Dragon's Dogma 2: Dark Arisen

Meski Dark Arisen dan update terhadap base game Dragon's Dogma 2 menjelang perilisannya membawa banyak peningkatan quality-of-life yang membuat kehidupan abad pertengahan fantasi penuh monster lebih praktis, ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya.

Salah satu hal yang paling membuat saya bingung adalah penambahan Eternal Ferrystone. Memang, item itu membuat perjalanan bolak-balik untuk menyelesaikan quest maupun grinding Relic jauh lebih cepat. Tapi jelas fungsi Ferrystone biasa jadi sama sekali tidak berguna.

Selain keterbatasan fast travel merupakan salah satu ciri khas Dragon's Dogma 2, persentase drop loot yang terpakai oleh Ferrystone pun terasa jadi membuang-buang loot. Ujung-ujungnya Ferrystone biasa hanya dijual saja, padahal prioritas ekonomi pun sudah berubah dengan Gold menjadi nomor dua setelah Rift Crystals yang jadi lebih berharga untuk Relic Appraisal.

Hal yang sama juga bisa dibilang terjadi pada para Blacksmith yang kehilangan fungsinya karena kebutuhan untuk farming Relic. Bagaikan hack-and-slash seperti Diablo, mekanisme ini memang mendorong pemain untuk terus-terusan berburu musuh untuk mendapatkan kombinasi skill dan atribut dewa, tapi sistem ini bukan untuk semua orang. Ditambah, variasi musuh Dragon's Dogma 2: Dark Arisen sebenarnya tidak terlalu banyak dan masih dipenuhi reskin.

Ada pula laporan dari beberapa pemain bahwa dungeon Lost Trial tutorial pertama tidak akan memberikan Offering Flame untuk membuka Obelisk. Hal ini dikatakan bisa terjadi jika kamu punya dua atau tiga save slot aktif dan dapat menjadi game-breaking bug yang cukup fatal, namun saya belum bisa memastikannya.

Kekurangan terbesar Dark Arisen sendiri menurut saya adalah tidak adanya Vocation baru. Memang, Capcom tidak pernah menjanjikannya serta tambahan slot Weapon Skill dan skill Relic memang memberikan lebih banyak variasi dalam pertempuran. Tapi, bagi pemain yang berharap bisa mencoba gaya bertarung benar-benar baru seperti saat pertama kali membuka Mystic Spearhand atau Trickster, absennya Vocation tambahan sedikit mengecewakan.

Plus-Minus Dragon's Dogma 2: Dark Arisen

Kelebihan Kekurangan
+ Tantangan endgame yang sudah lama dinantikan akhirnya tiba - Sulit mendapatkan gear Vocation lain saat farming Relic
+ Progres Lost Rites yang sangat membantu untuk menghadapi DLC - Ferrystone dan Blacksmith kehilangan fungsi karena fitur-fitur baru
+ Penambahan transmog dan quality-of-life yang membuat game lebih santai - Tidak ada Vocation baru

Skor: 9/10

Buat kamu yang sudah menghabiskan ratusan jam dan menantikan tantangan baru, Dragon's Dogma 2: Dark Arisen berhasil menghadirkan konten endgame dan sistem Relic yang mampu mendorong playtime menjadi jauh lebih banyak lagi. Berbagai peningkatan quality-of-life juga membuat petualangan jauh lebih nyaman, meski beberapa di antaranya justru mengurangi relevansi mekanisme lama seperti Ferrystone dan Blacksmith. Variasi monster yang masih terbatas serta absennya Vocation baru juga sedikit mengecewakan. Namun, di akhir hari, Dragon's Dogma 2: Dark Arisen merupakan sebuah DLC yang dirancang khusus bagi para penggemar setianya.