Makna di Balik “Until We Make It!”: Mimpi Besar Bigetron by Vitality di MPL ID S17
Penulis: Cristian Wiranata Surbakti | Editor: Yosia Karisma Putra
Perjalanan Bigetron by Vitality di MPL ID S17 telah mencapai babak Grand Finals. Perjuangan panjang Moreno dan kawan-kawan akhirnya membuahkan satu tiket menuju Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Mid Season Cup atau MSC at EWC 2026 di Paris, Prancis. Seluruh penggemar MLBB bersorak bergemuruh di Jakarta International Velodrome, tangis haru mewarnai keberhasilan Bigetron by Vitality di mana setelah 5 tahun yang lalu, kini mereka kembali menembus panggung kompetisi Internasional. Usaha demi usaha selama bermusim-musim, kini menemui hasil.
Meski memang keberhasilan kembali ke panggung kompetisi Internasional menjadi salah satu misi dari Bigetron by Vitality yang berhasil dicapai, perjalanan mereka belum usai. Satu langkah terakhir untuk meraih gelar juara yang sudah diidamkan selama hampir 16 musim, musim ke-17, menjadi momentum besar bagi Bigetron by Vitality. Hadir dengan mengusung visi, mimpi, determinasi dalam “Until We Make it!” skuad asuhan Theonael, bersama dengan Her, K Dot dan juga dengan dukungan dari Brian “Panda” Lim sebagai Technical Director, perjalanan Bigetron by Vitality di musim ini menjadi sebuah hal yang fenomenal.
Cerita di Balik Layar Perjuangan Bigetron by Vitality di MPL ID S17 Dalam Misi “Until We Make It!”

Eksklusif kepada Dunia Games (DG), para staf pelatih Bigetron by Vitality membagikan cerita di balik layar, perjuangan mereka dalam membersamai tim sepanjang MPL ID S17 termasuk di babak playoff. Seperti yang kita ketahui, perjalanan Bigetron di babak Regular Season diwarnai dengan hasil yang bervariasi, bahkan, mereka sempat tersandung “lose-streak” alias kekalahan beruntun yang hampir mengancam Moreno dan kawan-kawan untuk gagal ke babak playoff. Akan tetapi, pada akhirnya Bigetron berhasil membuktikan mentalitas mereka dan bertanding merebut tiket ke playoff MPL ID S17 di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.
Tantangan besar hadir di babak playoff. “Bracket Neraka” mempertemukan Bigetron by Vitality dengan EVOS. Namun, semangat juang yang ditunjukkan oleh Bigetron membuktikan bahwa mereka layak untuk meneruskan perjuangan mereka meraih mimpi menembus panggung kompetisi Internasional menuju ke MSC at EWC 26. Sebagai pelatih, Theonael menyatakan bahwa “Saya sangat senang, ketika Bigetron membuat pre-conference pengumuman roster dan segala macam, serta diumumkan dengan judul kami musim ini “Until We Make It!” artinya apa, kami tidak pernah menyerah. Kami benar-benar try hard di setiap season-nya, saya juga yakin kalau misalnya musim ini bakal dikasih yang terbaik untuk kami semua,” ucap Theonael kepada Dunia Games (DG) eksklusif.
Menanggapi, bagaimana proses perjalanan Bigetron by Vitality dari Regular Season menuju ke playoff, Theonael mengatakan jika apa yang terjadi di Regular Season merupakan proses yang bertujuan untuk mendorong mentalitas mereka menjadi lebih baik dan hal itu dimaksudkan agar anak asuhnya lebih siap di playoff. “Proses! Sesuai dengan yang waktu saya bilang di Regular Season ketika kami satu match kalah saya bilang kenapa bisa kalah karena ini bagian dari proses saja buat mentality boost-nya dan belajar mental supaya kami di playoff bisa lebih ready,” tuturnya.
Menghadapi babak play-ins dengan bayang-bayang “kegagalan” yang menyelimuti Bigetron by Vitality, Theonael berpegang pada satu tujuan yakni untuk memberikan yang terbaik bagi Bigetron karena ia sudah cukup lama mengabdi bagi Sang Robot Merah dan terlepas dari berbagai perubahan di dalam tim, ia meyakini bahwa itu adalah keputusan terbaik yang diambil dengan pertimbangan matang. “Satu, pasti ingin kasih yang terbaik juga buat Ko Ed, buat Bigetron karena sudah cukup lama juga saya (hampir) 4 tahun di Bigetron dan belum bisa memberi yang terbaik walaupun ya piala Academy (MDL) tapi just Academy maksudnya seperti harapannya semua di (level) MPL jadi ingin kasih yang terbaik saja begitu,” ujar Theonael menambahkan.
“Kedua, turun naiknya kami di Regular Season banyak perombakan, itu dilakukan karena yang terbaik juga keputusannya banyak pertimbangan yang terjadi termasuk Lynch kami kirim ke Malaysia dan banyak hal yang pasti itu pertimbangannya cukup matang dan saya melihatnya hanya untuk apa yang kami butuhkan di hari besok, karena saya percaya di hari ini ada kesusahannya sendiri dan ya sama saya melihat lebih butuh penyesuaian di staf-nya mungkin begitu.”
Menanggapi berbagai respons negatif terhadap dirinya, Theonael pun mengatakan ia merasa senang dengan berbagai keraguan yang dilemparkan terhadap dirinya. “Saya termotivasi, saya senang semakin saya diragukan semakin saya dibenci, (saya) bersyukur saja. Karena, artinya mereka sebenarnya percaya kepada pemain-pemain saya. Setidaknya, mereka percaya kepada pemain-pemain saya itu sudah cukup jadi tidak apa-apa, tidak percaya kepada saya tapi saya buktikan saja seperti itu. Jadi motivasi saja,” jelasnya.
Sempat mengalami kekalahan melawan ONIC, Bigetron by Vitality berhasil bangkit melawan Team Liquid ID. Theonael punya cara unik, untuk membangkitkan semangat juang anak asuhnya di mana ia menyatakan jika mereka punya mimpi yang tinggi harus seimbang dengan usaha yang tinggi pula. “Saya bilang seperti ini ‘kontrol yang bisa kontrol saja seperti apa yang bisa kontrol? Gameplay kita, mentality kita, apa yang terjadi hari ini kita belajar dan cepat reset apa yang bisa kita kontrol lagi? Persiapkan buat besok, kalau misalnya kita berlarut buat kejadian kemarin-kemarin itu cuma membuang mimpi kita. Karena mimpi kita tinggi, bukan? Jadi, seimbangkan mimpi kita yang tinggi, motivasi dan effort-nya harus tinggi mentality juga harus tinggi jadi semua harus diseimbangin’ itu saja paling. Dan saya menyampaikan ke anak-anak selalu, fokus di proses saja pikirin saja setiap berapa detiknya mau melakukan apa hubungkan dengan teman kalian jadi kami adalah tim yang lebih solid sekarang,” paparnya.
Pada akhirnya, Bigetron by Vitality berhasil merebut tiket menuju ke MSC at EWC 26. Setelah 5 tahun, Bigetron kembali ke panggung Internasional mewakili Indonesia. Tangis haru, menyelimuti semua orang di holding room, termasuk Edwin “Starlest” Chia selaku CEO dari Bigetron by Vitality. Pada momen tersebut, Theonael menyatakan bahwa jika dirinya masih menahan diri untuk tidak menangis. Namun ia tetap mengapresiasi apa yang ia raih bersama Bigetron by Vitality.
Jauh di dalam dirinya, Theonael merasa bahwa perjalanan anak asuhnya belum berakhir sampai ke meraih tiket MSC. Theonael ingin sesuatu yang lebih besar, dan itu akan menjadi ‘hadiah’ yang ia persembahkan kepada Starlest sebagai CEO. “Jujur bersyukur banget, dan sebetulnya saya pribadi juga menahan tangis. Terharu pasti, dan bangga juga ke tim saya, bangga ke semua orang yang mendukung saya juga dan terima kasih kepada Ko Ed karena percaya kepada saya. Kenapa di saat itu saya masih menahan tangis? Karena saya tidak mau hype-nya terlalu over saja, karena target yang saya harapkan adalah besok jadi ya ada yang ingin saya berikan lagi ke Ko Ed. Ini (tiket MSC) bonus buat Ko Ed, tapi hadiah yang sebenarnya ada di besok (Grand Final),” jelasnya.
“The Unseen Force” Bagaimana Analis dan Asisten Pelatih Bigetron by Vitality Berperan Penting di MPL ID S17
Selain kinerja dari Theonael, ada kekuatan yang “tidak terlihat” yang juga menjadi bagian penting dari perjalanan Bigetron by Vitality di MPL ID S17 kali ini. Mereka adalah Her, sebagai analyst dan juga K Dot sebagai Asisten Pelatih. Sebelumnya, K Dot mendapatkan promosi dari tim Academy menggantikan posisi Erpang, sementara Her, merupakan sosok analyst yang di musim ini, memulai debutnya di level profesional. Menurutnya, ia bangga karena bisa diterima di Bigetron by Vitality sebagai analyst di saat ia belum memiliki rekam jejak profesional. Tidak hanya diterima oleh staf pelatih, namun juga para pemain begitu respect terhadap Her.
“Saya bangga banget sama semua orang yang mau menerima saya di BTR. Satu, Coaching Staff pasti. Coaching staff mana juga yang mau menerima orang luar? Maksudnya siapa yang mau begitu, bukan? Alhamdulillah Bigetron mau dan dengan proses trial dan lain-lain saya bisa masuk dan saya tidak menyangka bisa langsung (debut) di MPL dan bisa (sampai) sejauh ini. Saya jujur bangga kepada mereka, bahkan para pemain, para pemain sangat respect banget kepada saya,” ucap Her kepada Dunia Games (DG) eksklusif.
Berbicara mengenai momen kemenangan Bigetron by Vitality dan meraih tiket ke MSC at EWC 26, Her menyatakan bahwa dirinya masih tidak menyangka dan rasanya seperti mimpi yang pada akhirnya terwujud. “Saya masih tidak menyangka, rasanya seperti mimpi. Ketika saya berkata kepada diri saya sendiri, saya bisa, walaupun itu kerja keras kami semua saya tidak bisa itu dampak dari kerja keras saya sendiri bahkan mungkin saya hanya berperan kecil, paling kecil di dalam tim,” ungkap Her. Terakhir, berbicara mengenai misi Bigetron by Vitality untuk menjadi juara MPL ID S17, ia hanya meyakini satu hal: “Until we make it!.”
Dalam kesempatan terpisah, Rachmat “K Dot” Firmansyach juga mengutarakan perasaannya bisa membawa Bigetron by Vitality menuju ke MSC at EWC 26. Dari level MDL, hingga level MPL. K Dot pun menyatakan bahwa kemenangan ini menjadi sebuah hadiah yang dinantikan setelah berbagai rintangan yang mereka lalui bersama. “Rewarding banget, bisa lolos ke EWC itu seperti bukan tidak menyangka ya kami ingin, tapi sempat ada ragunya. Banyak banget yang harus kami lalui, tapi sekarang saya senang kami bisa ada di titik ini,” ucap K Dot kepada Dunia Games.

K Dot pun optimistis menyambut Grand Final. Menurutnya, dengan misi “Until We Make it” yang dibawa oleh Bigetron by Vitality di MPL ID S17, apa pun bisa terjadi. Ia berharap, bahwa ia bisa memberikan yang terbaik untuk membawa timnya menang di Grand Final. “One more step to the trophy, kalau dari saya, saya akan melakukan yang terbaik untuk tim ini. Kami percaya terutama season ini kami bisa melakukan apa pun semua bisa terjadi, “Until We Make It!” kan judulnya? Jadi season ini kami sepercaya itu semoga di Grand Final-nya bisa menang juga,” ujar K Dot menambahkan.
Misi Meramu “DNA Juara” Bigetron by Vitality, Coach Panda Percaya Bahwa Semua adalah Hasil Kerja Sama Tim!

Selain Theonael, Her dan K Dot, tentunya peranan Coach Panda sebagai Technical Director benar-benar membawa perubahan besar ke dalam tim Bigetron by Vitality. Dengan visi “Until We Make It” yang dibawa di awal musim, Coach Panda menyatakan bahwa apa pun yang dicapai oleh Bigetron saat ini adalah hasil kinerja dari semua orang bukan hanya satu orang. Semua pemain, pelatih saling bekerja bersama untuk meraihnya. “Until we make it, dengan tujuan yang tepat, visi yang tepat, mindset yang tepat dan tentu saja dengan hati yang tepat. Ini bukan tentang hasil kinerja dari satu orang, namun pemain dan pelatih bersama-sama,” ujar Coach Panda kepada Dunia Games (DG) eksklusif.
Berbicara tentang mewujudkan misi juara Bigetron di musim ini, Coach Panda mengaku jika ia tidak ingin terlalu antusias demi mengejar gelar juara. Baginya, ia hanya ingin semua pemain bermain dengan perasaan senang. Ia pun menekankan para pemain agar menikmati setiap proses, step by step. “Saya tidak mau terlalu merasa antusias, mendapatkan piala tersebut. Saya ingin para pemain, bisa bermain di setiap game-nya dengan perasaan senang. Jangan terlalu antusias untuk menang, jangan terlalu kecewa ketika kalah. Nikmati setiap prosesnya, step by step,” jelasnya.
Mengenai momen kemenangan Bigetron by Vitality dan melaju ke MSC at EWC 26, Coach Panda menyatakan bahwa CEO Bigetron by Vitality, Starlest layak untuk mendapatkan kemenangan ini. Baginya, ia berharap bahwa apa pun yang diimpikan oleh Starlest akan terwujud seiring waktu. Semua hanya masalah waktu sampai semua bisa menjadi kenyataan. “Dia (Starlest) layak mendapatkan itu! Karena dia tidak pernah menyerah sejak hari pertama, jadi dia layak merayakan kemenangan itu. Dia (Starlest) benar-benar sosok yang luar biasa, benar-benar passionate, benar-benar baik, benar-benar suportif, sosok teman dan juga sosok bos di dalam tim. Saya hanya ingin menyampaikan, apa pun yang ia impikan, semua hanya masalah waktu untuk mewujudkannya karena ia selalu berusaha dan tak pernah menyerah. Until we make it!,” pungkasnya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
