Rekap A Knight of the Seven Kingdoms Episode 3
Episode 3 A Knight of the Seven Kingdoms berjudul The Squire menjadi salah satu episode paling krusial sejauh ini. Bukan karena pertempuran besar atau aksi naga, melainkan karena satu pengungkapan identitas yang benar-benar mengubah arah cerita.
Sejak episode awal, serial ini sudah menebar petunjuk, dan di episode ketiga semuanya akhirnya terjawab dengan cara yang dramatis dan tak terlupakan.
Episode ini mengambil latar utama turnamen di Ashford, ajang besar yang mempertemukan para ksatria dari berbagai penjuru Westeros, termasuk keluarga Targaryen.
Di tengah gemerlap turnamen, tersimpan ketegangan yang perlahan meningkat, terutama karena kehadiran Pangeran Aerion Targaryen yang dikenal kejam dan temperamental. Di sisi lain, Dunk dan squire kecilnya, Egg, justru semakin terlihat “tidak pada tempatnya” di tengah lingkungan bangsawan tersebut.
Turnamen Ashford dan Kesalahan Fatal Dunk
Sejak tiba di Ashford, sikap Egg terasa semakin janggal. Ia selalu menghindar setiap kali melihat anggota keluarga Targaryen, seolah takut dikenali. Serial ini juga berulang kali menyelipkan dialog tentang dua putra Maekar Targaryen yang sempat menghilang, yaitu Daeron dan satu anak lain yang namanya sengaja tidak disebut. Detail ini mungkin terasa sepele di awal, tapi jelas menjadi fondasi penting untuk twist besar di akhir episode.
Ketegangan memuncak saat pertunjukan boneka oleh Tanselle Too-Tall menampilkan adegan naga yang dibunuh. Bagi keluarga Targaryen, naga bukan sekadar makhluk mitos, melainkan simbol kejayaan mereka. Meski semua naga telah punah, luka emosional itu masih terasa, terutama bagi Aerion. Tanpa berpikir panjang, Aerion menyerang Tanselle secara brutal.
Melihat ketidakadilan tersebut, Dunk bertindak berdasarkan naluri ksatria sejatinya. Ia memukul Aerion demi melindungi Tanselle, sebuah tindakan yang secara hukum Westeros bisa berujung hukuman mati. Situasi langsung berubah mencekam. Dunk terpojok, Aerion haus balas dendam, dan para penjaga bersiap mengeksekusi perintah sang pangeran.

Momen Klimaks: Egg Menghentikan Eksekusi
Saat Dunk berada di ambang kehancuran, seorang bocah kecil berlari ke tengah arena. Egg, yang selama ini tampak seperti squire biasa, tiba-tiba memerintahkan para penjaga untuk melepaskan Dunk. Yang mengejutkan, perintah itu dipatuhi. Aerion langsung sadar bahwa bocah ini bukan orang sembarangan.
Dengan nada mengejek, Aerion mempertanyakan rambut botak Egg. Jawaban Egg menjadi momen paling mengguncang episode ini: ia memotong rambutnya sendiri karena tidak ingin terlihat seperti Aerion. Lalu ia memanggil Aerion dengan satu kata yang mengubah segalanya “brother”. Di titik inilah terungkap bahwa Egg adalah Aegon Targaryen.
Pengungkapan ini membuat semua petunjuk sebelumnya masuk akal. Rambut botak Egg ternyata bukan karena penyakit, melainkan cara untuk menyamarkan rambut pirang khas Targaryen. Pengetahuannya tentang sejarah, silsilah ksatria, dan dunia bangsawan juga kini terasa logis. Ia tumbuh di lingkungan kerajaan, namun jelas tidak menyukai identitas tersebut, terutama karena hubungannya yang buruk dengan Aerion.
Siapa Sebenarnya Egg dan Dampaknya ke Cerita
Aegon adalah putra bungsu Maekar Targaryen, saudara dari Daeron si pemabuk, Aerion yang kejam, serta Aemon—yang kelak dikenal sebagai Maester Aemon di Game of Thrones. Fakta ini memberi dimensi baru pada karakter Egg. Ia bukan sekadar bocah cerewet yang menempel pada Dunk, melainkan seorang pangeran yang secara sadar memilih hidup sederhana dan penuh risiko.
Episode 3 juga menegaskan bahwa hubungan Dunk dan Egg jauh lebih dalam daripada sekadar ksatria dan squire. Keduanya adalah dua sosok yang terasing dari dunia mereka masing-masing. Dunk bukan ksatria bangsawan sejati, sementara Egg adalah bangsawan yang menolak kehidupannya sendiri. Dinamika inilah yang menjadi kekuatan utama serial ini.
Meski identitas Egg telah terungkap, kisah mereka jelas belum berakhir. Berdasarkan kisah lanjutan karya George R.R. Martin, petualangan Dunk dan Egg masih akan berlanjut ke berbagai sudut Westeros. Pengungkapan ini justru membuka konflik dan intrik yang lebih besar di episode-episode selanjutnya.
Episode The Squire menutup ceritanya dengan kuat dan berkesan. Tanpa perang besar atau naga, serial ini membuktikan bahwa satu dialog sederhana bisa mengguncang seluruh Westeros. Kini kita tahu, Egg bukan sekadar bocah botak biasa, ia adalah Aegon Targaryen, seorang pangeran yang memilih jalan hidupnya sendiri.

Berikut adalah daftar lengkap episode A Knight of the Seven Kingdoms beserta tanggal penayangannya:
- Minggu, 18 Januari 2026: A Knight of the Seven Kingdoms — Season 1, Episode 1
- Minggu, 25 Januari 2026: A Knight of the Seven Kingdoms — Season 1, Episode 2
- Minggu, 1 Februari 2026: A Knight of the Seven Kingdoms — Season 1, Episode 3
- Minggu, 8 Februari 2026: A Knight of the Seven Kingdoms — Season 1, Episode 4
- Minggu, 15 Februari 2026: A Knight of the Seven Kingdoms — Season 1, Episode 5
- Minggu, 22 Februari 2026: A Knight of the Seven Kingdoms — Season 1, Episode 6 (Final Musim)
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.