SEGA Sempat Pertimbangkan Stop Garap Game Sonic, Ini Kata Bos Sonic Team!

SEGA Sempat Pertimbangkan Stop Garap Game Sonic, Ini Kata Bos Sonic Team!

Berita
18 September 2026
9 views
  • Sekitar 10 tahun lalu, SEGA sempat berada di titik krusial yang memaksa mereka mempertimbangkan untuk menghentikan pembuatan Sonic the Hedgehog akibat anjloknya popularitas Sonic.
  • Masa-masa sulit tersebut mulai terlewati berkat kesuksesan Sonic Mania yang membawa kembali gameplay 2D klasik dan Sonic Forces yang sukses menggaet kembali perhatian para penggemar.
  • Kebangkitan Sonic the Hedgehog semakin melesat pesat berkat adaptasi film layar lebar Hollywood, yang membuka jalan ekspansi besar-besaran ke berbagai media lain seperti animasi, musik, hingga merchandise global.
  • Memasuki usianya yang ke-35, Sonic kini berada di posisi yang sangat solid, dengan Sonic Team berencana mengembangkan konsep open zone dari Sonic Frontiers sebagai fondasi utama game-game yang akan datang.
  • Ingin beli voucher Google Play? Yuk top up Google Play di Dunia Games agar akun tetap aman dan transaksi lebih nyaman.

Sulit membayangkan dunia game tanpa kehadiran Sonic the Hedgehog. Setelah bersaing ketat dengan Mario di era 90-an, beberapa tahun terakhir popularitas si Landak Biru melesat berkat deretan game baru, kolaborasi dengan beragam IP ternama, hingga adaptasi film Hollywood. Namun, siapa sangka, perjalanan Sonic ternyata tidak selalu berjalan mulus.

Takashi Iizuka, Creative Officer Sonic, mengungkap bahwa SEGA pernah berada di titik ketika perusahaan mempertimbangkan untuk berhenti membuat game Sonic Hal tersebut disampaikan Iizuka dalam sesi wawancara media yang diikuti Dunia Games saat berkunjung ke Jepang untuk Tokyo Game Show 2026.

Popularitas Sonic Sempat Anjlok Drastis

Iizuka menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi sekitar 10 tahun lalu, ketika dirinya pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat. Di masa itu, popularitas Sonic tengah mengalami keterpurukan; investasi dan perhatian yang diberikan SEGA terhadap franchise tersebut otomatis menjadi pertanyaan.

“Pada saat itu, popularitas Sonic sedang menurun dan perusahaan sedang berusaha untuk tidak terlalu berinvestasi ke Sonic,” ungkap Iizuka. “Ini merupakan titik balik yang signifikan untuk brand-nya sendiri.” Situasinya bahkan membuat masa depan dan kelangsungan seri Sonic sempat dipertimbangkan dengan sangat berat oleh SEGA.

“Mereka memikirkan untuk berhenti membuat Sonic sama sekali atau melanjutkan serinya dengan skala yang jauh lebih kecil,” lanjutnya. Beruntung, kondisi genting tersebut perlahan berubah. Iizuka menyebutkan kalau perilisan Sonic Mania dan Sonic Forces berkontribusi besar dalam membuat waralaba tersebut mulai terasa hidup kembali.

Dapatkan Bonus Top Up berupa voucher GoPay 10K, voucher DG Rings 1000, DG POIN 1K, atau DG POIN 500 secara acak (dalam bentuk Token) setiap pembelian akumulasi Rp100.000 menggunakan GoPay. Jangan lupa untuk cek Token kamu sekarang di sini!

Game dan Film Bantu Sonic Bangkit Lagi

Game Sonic Sempat Hampir di Stop

Dirilis pada 2017, Sonic Mania membawa kembali formula gameplay 2D klasik, sementara Sonic Forces menjadi judul lain yang menurut Iizuka sangat melibatkan para penggemar.

Momentum tersebut kemudian diperkuat dengan hadirnya adaptasi film Hollywood Sonic the Hedgehog. Menurut Iizuka, kehadiran film layar lebar tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat popularitas waralaba Sonic semakin melesat.

“Ditambah dengan meluncurnya seri film Hollywood, waralaba Sonic pun meledak di periode tersebut. Berkat filmnya, kami juga berhasil bercabang ke media-media lain pula hingga hari ini,” jelasnya. Kini situasinya tentu jauh berbeda dibandingkan periode yang diceritakan Iizuka. Memasuki usia 35 tahun, Sonic tidak hanya hadir melalui game, tetapi juga film, animasi, musik, merchandise, hingga berbagai kolaborasi global. Bahkan game balap Sonic CrossWorlds kini berani menggandeng SpongeBob, Godzilla, hingga Evangelion.

Sonic Team sendiri masih terus memikirkan evolusi berikutnya untuk seri game tersebut. Dalam wawancara yang sama, Iizuka mengatakan bahwa konsep “open zone” yang diperkenalkan melalui Sonic Frontiers masih dapat dikembangkan lebih jauh dan menjadi salah satu dasar bagi game-game Sonic berikutnya.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.