Kompetisi PUBG Mobile Global Championship (PMGC) 2025 PUBG Mobile telah dimulai pada Senin, 24 November 2025. PMGC 2025 dimulai dengan bergulirnya babak Gauntlet (Gauntlet Stage) yang kemudian dilanjutkan dengan Group Stage, dan Last Chance kemudian menuju ke Grand Finals. Hadirkan format baru yang lebih ringkas, PMGC 2025 tentunya semakin seru dan persaingan di pentas kompetisi dunia kian sengit.
Selain daripada format, PMGC 2025 juga menghadirkan berbagai nama-nama anyar di dalamnya. Seperti yang kita tahu, kompetisi PMGC 2025 diikuti oleh tim-tim PUBG Mobile terbaik dari seluruh dunia. Banyak nama baru yang bersinar, menjadi sorotan menarik untuk kita nantikan performanya. Siapakah tim-tim PMGC 2025 yang menarik menurut caster Sandika “Sssanskuy” Hadit Prasetyo dan Alter Ego Ares? Simak di sini.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, PMGC 2025 telah bergulir dimulai dengan babak Gauntlet (Gauntlet Stage) yang mana diikuti oleh total 16 tim PUBG Mobile terbaik dari masing-masing regional. Kita sudah melihat bagaimana performa dari ke-16 tim yang bertanding selama 3 hari babak Gauntlet kemarin, dan bisa dikatakan ada nama-nama yang cukup mengejutkan.
Dalam interview PUBG Mobile Indonesia bersama dengan Media, sebagai caster, Sssanskuy menyatakan bahwa tim yang menarik atau mengejutkan adalah KARA Esports. Sssanskuy memprediksi bahwa tim Eropa yang unggul adalah Regnum Carya dan ULF. Selain itu, yang mengejutkan baginya juga di antaranya Alpha Gaming dan MADBULLS.
“Untuk tim yang mengejutkan itu ada 2 versi dari saya. Mengejutkan karena saya tidak menduga mereka bermain bagus tiba-tiba bermain bagus, dan mengejutkan karena saya menduga mereka bermain bagus tiba-tiba menjadi tidak bagus,” ucap Sssanskuy menjawab pertanyaan Dunia Games (DG). “Satu yang menurut saya tidak menduga kalau mereka akan bermain bagus tapi ternyata bagus banget adalah KARA. Karena saya merasa kalaupun ada tim Eropa yang berada di atas harusnya antara Regnum Carya atau ULF, bukan KARA," tuturnya.
“Karena KARA pemain-pemainnya menurut saya dari segi di atas kertas lebih bagus pemain-pemainnya ULF sama Regnum Carya. Tapi justru, Regnum Carya yang saya prediksi bakal bagus drop banget jauh di posisi 11 saat ini. Dan, saya juga lumayan kaget dengan tadi sudah dibahas APG. Jelas itu, adalah satu tim yang saya rasa harusnya tidak ada di situ, tidak ada di peringkat nomor 15,” ujar Ssanskuy menambahkan.

“Dan, tinggal menunggu apakah APG nanti berakhir di posisi ganjil atau genap. Saya berdoa supaya APG kalau ternyata tidak lolos ke Grand Final langsung mereka berakhir di posisi genap jangan di ganjil. Karena kalau ke ganjil nanti masuknya ke grup Green grupnya Alter Ego biar ga ketemu sama Alter Ego karena modelan kaya APG ini di Gauntlet kelihatan tidak punya kekuatan tapi giliran mereka melawan di Group Stage serem karena ini tim yang merepotin siapa pun yang satu fase sama mereka,” jelasnya.
“Satu lagi yang mengejutkan ternyata bagus adalah MADBULLS. Walaupun pemain-pemainnya sudah berpengalaman di PMGC, tapi mereka tidak punya track record bagus di turnamen-turnamen Global. Di region pun (mereka) tidak segitunya sebenarnya, ternyata mereka bisa sampai ke peringkat 3 dengan permainan yang tidak meledak di setiap match tapi ada satu match yang mereka tiba-tiba dor banget, itu caranya MADBULLS yang mereka mainkan,”
“Paling itu, tim-tim yang mengejutkan menurut saya KARA sama MADBULLS yang bagus. Tapi yang jelek si APG sama Regnum Carya,” papar Sssanskuy.

Para pemain Alter Ego Ares, Rosemary dan Snape pun menyatakan bahwa tim yang menarik versi mereka adalah ThunderTalk Gaming. Menurut Rosemary, meski sudah beberapa kali Alter Ego bertemu ThunderTalk di beberapa turnamen, ia menilai bahwa performa ThunderTalk di PMGC 2025 kali ini lebih baik. Permainan yang lebih disiplin membuat Rosemary belajar banyak dari tim tersebut.

“Kayanya kalau menurut saya pribadi TT. Soalnya di mana beberapa turnamen kami sering ketemu sama mereka seperti EWC dan third party kami sering ketemu mereka. Sebenarnya di turnamen ketika kami bertemu mereka, mereka tidak begitu bagus. Cuma pas di (Babak Gauntlet) PMGC kemarin, mereka memang benar-benar stabil. Tahu kapan harus disiplin, kapan harus mereka gunain otot,” kata Rosemary.
“Mungkin dari situnya, saya melihat ‘oh begini ya, cara orang-orang bermain di global. Harus memaksimalkan resource yang mereka dapat dulu, tidak harus yang show sendiri-sendiri. Kurang lebih seperti itu,” ujar Rosemary menambahkan. Sementara itu, Snape memilih D`Xavier sebagai tim yang menarik versinya. Menurutnya, ia ingin melihat bagaimana permainan D`Xavier di level Global.
“Kalau dari saya mungkin, lihat DX saja. Karena kan dilihat dari sebelumnya DX bermain di SEA seperti apa dan kalau melihat gameplay mereka apakah relevan di global ya paling seperti itu. Disiplinnya lebih tinggi, lebih dibanding turnamen region-region yang lain,” pungkasnya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.