Kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia, KIS4 Jadi Momentum Penting!
Game MOBA besutan Level Infinite/Tencent, Honor of Kings (HOK) resmi berkolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia beberapa waktu yang lalu. Kabar mengenai kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia tentu cukup mengejutkan banyak pihak. Untuk pertama kalinya, ada kolaborasi game dengan institusi ternama di Indonesia. Kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia pun menghadirkan berbagai keseruan yang bisa kamu nikmati termasuk kehadiran skin Wukong Anoman. Nantinya akan ada berbagai aktivitas menarik yang bisa kamu ikuti dan dapatkan hadiah menariknya.
Kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia memang cukup mengejutkan. Akan tetapi, sebenarnya pihak Honor of Kings Indonesia memang telah menyiapkan kolaborasi ini bahkan sejak waktu yang cukup lama. Bukan sebuah kebetulan atau kolaborasi “dadakan” pihak Honor of Kings Indonesia punya cerita menarik di balik perilisan kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia itu sendiri. Apakah kamu penasaran seperti apa cerita di baliknya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Awal Inisiasi Kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia

Seperti yang kita ketahui, kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia diluncurkan pada 29 Januari 2026. Kolaborasi ini juga terkait dengan perilisan skin hero yang mengusung tema kebudayaan Indonesia yakni Wukong - Anoman yang diambil dari cerita Wayang khas Indonesia di dalam game. Kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia juga nantinya akan menghadirkan berbagai aktivitas seru yang bisa kamu ikuti. Mulai dari pameran, hingga kamu juga bisa mendapatkan merchandise eksklusif dari Honor of Kings Indonesia.
Eksklusif bersama dengan Dunia Games (DG), Edward Arifin selaku Project Manager Honor of Kings Indonesia mengungkapkan bahwa awal inisiasi dari kolaborasi ini sebenarnya berangkat dari waktu yang sudah cukup lama bahkan sejak IKL Spring 2025 lalu di mana Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha mengatakan bahwa akan ada kolaborasi selanjutnya bersama dengan Honor of Kings Indonesia. “Kerja sama kami dengan Museum Nasional Indonesia sudah cukup panjang juga persiapannya. Mungkin kalau teman-teman sadar bahwa dari IKL Spring 2025, kami sudah mengundang bapak Wakil Menteri Kebudayaan Indonesia, bapak Giring Ganesha bahkan beliau jadi opening speech juga di Grand Final IKL Spring,” ucap Edward Arifin kepada Dunia Games (DG) eksklusif.

“Di situ, beliau sudah mengungkapkan bahwa bakal ada kolaborasi selanjutnya dengan Honor of Kings dengan tema budaya. Itu adalah inisiasi kami pertama kali di awal tahun 2025, kami datang ke Kementrian Kebudayaan bahwa kami akan ada satu inovasi di dalam game yang membawa kebudayaan Indonesia secara spesifik itu Wayang,” tuturnya. Edward menambahkan, bahwa pihak Honor of Kings melakukan audiensi ke Kementrian Kebudayaan dan ide kolaborasi tersebut mendapatkan dukungan penuh.
“Di sana, kami coba audiensi dengan Kementrian, dan bapak Giring Ganesha sebagai Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia juga benar-benar support 100% buat kami. Di akhir tahun 2025, kami datang lagi ke Kementrian, beliau menyarankan bagaimana kalau saat ini Museum Nasional Indonesia itu standarnya sudah internasional. Sudah direnovasi dan bagus banget, bagaimana kalau kita gas langsung (kolaborasi) sama Museum Nasional Indonesia? Benar-benar tidak selang berapa lama, besoknya kami disuruh langsung berkunjung ke museum,” ujar Edward menambahkan.
Di Balik Kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia, Tim Honor of Kings dari China Melakukan Riset Khusus
Edward memaparkan bahwa sebelum kolaborasi HOK x Museum Nasional Indonesia diluncurkan, ada satu fasilitas yang cukup membuatnya kagum yakni adanya Immersive Room di Museum Nasional Indonesia. Tidak hanya itu, Edward pun menyampaikan bahwa untuk mempelajari budaya Indonesia khususnya Wayang, dan guna mendukung kerja sama dengan Museum Nasional Indonesia, tim developer Honor of Kings secara khusus datang ke Indonesia untuk melakukan riset lebih lanjut.
“Ternyata di sana (Museum Nasional Indonesia) memang ada yang cocok sama konsep kami, yakni Immersive Room juga ada namanya Immersiva. Terus kami bisa bikin exhibition juga dan kami pamerkan Wayang-Wayang yang memang sebenarnya ada di cerita aslinya di dalam game itu sendiri dan kami sudah riset. Bahkan developer Honor of Kings dari China sudah berkunjung ke Jogja, ke Bali dari sekitar akhir tahun 2024 jadi persiapannya sudah cukup matang sampai akhirnya kami memutuskan buat bekerja sama dengan Museum Nasional Indonesia,” papar Edward.
“Ditambah ketika berkunjung ke museum, dari (pihak) museum sendiri sangat mendukung karena mereka lagi ada campaign juga bahwa untuk orang-orang tahu tentang kebudaayan atau sejarah itu literasinya tidak hanya dari membaca tapi juga dari digital atau entertainment seperti game. Seperti itu ceritanya,” jelasnya.
Makna di Balik #INDOHONOR, Kompetisi Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) HOK Jadi Momentum
Lanjut, Edward menyampaikan bahwa di dalam game Honor of Kings ada tagline menarik yang bisa disaksikan oleh para penggemar, para pemain Honor of Kings. Tagline tersebut bernama #INDOHONOR yang juga bisa dilihat pada Video Klip Theme Song dari Honor of Kings Invitational Season 4 atau KIS4 HOK “Forged In Honor” yang dibawakan oleh IndahKus dan juga Grup Musik Mukarakat yang sebelumnya pernah membawakan Theme Song Indonesia Kings Laga (IKL) dengan judul “Semua Bisa”. Edward menjelaskan, #INDOHONOR menjadi tagline khusus yang dihadirkan oleh Honor of Kings Indonesia bertepatan dengan kerja sama antara Honor of Kings dengan Museum Nasional Indonesia, Museum Wayang, dan kompetisi Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) menjadi momentum.

“Kalau teman-teman log in ke dalam game Honor of Kings itu, kalian akan melihat kami setiap kali season, setiap ada pembaharuan game atau event yang bersifat global kami selalu punya tagline. Untuk season ini tagline kami adalah #INDOHONOR. #INDOHONOR itu adalah rangkaian dari Museum Nasional kami juga ada kerja sama dengan Museum Wayang. Dan karena KIS4 ini juga (diselenggarakan) di Jakarta, momentumnya sudah kami persiapkan dari awal dan KV-nya, key visualnya menggunakan Wukong Wayang itu jadi semua memang satu rangkaian kesatuan #INDOHONOR itu,” terang Edward.
“Untuk kerja sama ini, puncaknya di Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) ini. Jadi KIS4 akan menjadi puncak dari #INDOHONOR, di mana untuk kerja sama dengan Museum, kerja sama dengan Kementrian kami sudah menyiapkan untuk kolaborasi selanjutnya. Tapi untuk tema Wayang ini, kami akan berinovasi dengan kolaborasi yang lain, mungkin dengan kementrian lain tidak menutup kemungkinan.”
Cerita Menarik di Balik Theme Song “Forged In Honor” Bersama IndahKus dan Mukarakat, Ada Tantangan Alam dan Keunikan 3 Bahasa di Liriknya!

Edward pun membagikan cerita menarik di balik proses pengerjaan Theme Song “Forged In Honor” yang menjadi theme song Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) bersama dengan IndahKus dan Mukarakat Grup. Salah satu hal menonjol yang disebutkan Edward adalah terkait cuaca ketika perekaman (shooting) video klip “Forged In Honor” di mana cukup bergemuruh dan disertai petir serta angin cukup kencang di Bali. “Untuk kesulitan mungkin itu saya bisa bilang (ada) ‘force majeure’ kali ya. Kita semua tahu, bahwa cuaca di Indonesia ini bukan hanya Jakarta saja sedang tidak baik-baik saja belakangan ini,” kata Edward.
“Proses shooting video klip kami itu cukup terhambat (karena) masalah cuaca. Kami shooting di Bali, tapi berkat kerja keras tim kami bisa memulai tepat waktu dan menyelesaikan tepat waktu tapi cuaca memang adalah penghambat terbesar. Itu benar-benar mendung! REAL! Hujan dan awan gelapnya benar-benar (asli). Ada beberapa efek yang lebih dramatis (ditambahkan) tapi secara cuaca memang seperti itu, anginnya sekencang itu kasih (efek) ke rambutnya IndahKus kencang sekali itu,” jelasnya.
Berbicara mengenai proses kreatif pengerjaan lirik dari Theme Song ini sendiri, Edward pun menyatakan bahwa di balik penggunaan bahasa Mandarin dalam lagunya adalah ide dari IndahKus sendiri sebagai pelantunnya. Edward mendukung hal tersebut mengingat bahwa banyak pemain Honor of Kings (HOK) memang berasal dari China, bisa turut menikmati kreasi ini. Seluruh proses kreatif pengerjaan lirik, hingga music direction dikerjakan bersama-sama dengan IndahKus dan Mukarakat Grup.

“Jadi kalau IndahKus berbahasa Mandarin itu adalah ciri khasnya dia, dan dia juga meminta kepada kami dan kami sangat mendukung proses ideasi dari dia dan tim kreatifnya, bahwa kalau tetap masih ada bahasa mandarinnnya. Pertama, pemain terbesar HOK kan masih dari China ya, ketika mereka bisa memperhatikan (lagu) itu salah satu nilai jual juga nilai plus. Tapi secara keseluruhan, kami buat lagu ini dari lirik sampai dengan music direction bareng-bareng (bersama) IndahKus, tim kreatifnya, Mukarakat semua juga ikut diracik bareng-bareng dan disepakati bersama,” ujar Edward menambahkan.
Terakhir, Edward menegaskan bahwa lirik dari lagu tema “Forged In Honor” mengusung cerita dari Anoman itu sendiri. Ia juga mengatakan bahwa IndahKus sebagai pelantun juga dianalogikan sebagai trofi dari kompetisi Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4) di mana akan diperebutkan oleh tim-tim Honor of Kings (HOK) terbaik dari berbagai negara yang turut serta untuk menjadi yang terbaik. “Sama sebenarnya secara lirik dan konsep, kalau kita lihat baik-baik sebenarnya ceritanya (lagunya) tentang Anoman-nya itu sendiri,”
“Forged In Honor, kalau kita dalami (makna) liriknya IndahKus itu sebenarnya kami asumsikan sebagai trofi KIS. Jadi, dia tidak bisa begitu saja diambil. Orang-orang harus berjuang untuk mengklaim trofi itu,” pungkasnya.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
